Hits

 

.:: Info Tekno NewsMusik ::.

 

 

Sound Processor

GITAR / BASS

 

Newsmusik Edisi 8 / 2001Roy Aryanto

Pilih yang Analog atau Digital? Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan. Ini rahasia keduanya. 

 

Dewasa ini ada kecenderungan para gitaris dan bassis berupaya menemukan sound unik sebagai ciri khas mereka. Untuk itu mereka 'wajib' menggunakan sebuah (atau lebih) sound processor. Sesuai namanya, alat ini berguna untuk memproses suara dari yang standar/polos menjadi punya tekstur tertentu.


Menurut sistem kerjanya,
sound processor dibagi dalam dua jenis; analog dan digital. Perbedaan paling kentara di antara keduanya adalah cara menyetel tone pada suatu efek suara. Pada alat digital, tone bisa diprogram dan dimemori. Sehingga jika kita pindah ke setting berbeda, kita bisa kembali lagi dengan hanya 'memanggil' program yang sudah di memori tadi.


Hal ini tentunya berpengaruh pada jumlah efek yang dihasilkan. Pada alat analog, biasanya hanya menghasilkan satu macam efek suara (mis. distortion, chorus, delay dsb). Jadi jika seorang musisi membutuhkan banyak efek suara, ia harus memakai banyak alat semacam ini. Belum lagi jika ia butuh setting berbeda pada suatu efek suara. Pasti jadi 'ribet' kalau harus men-setting ulang tiap-tiap efek suara untuk tiap lagu.


Sedangkan alat digital bisa menghasilkan berbagai macam efek suara.
Sound processor seperti ini 'akrab' dipanggil multiefek. Dengan alat ini dimungkinkan untuk men-setting beberapa efek suara sekaligus, mencampurnya jadi satu, kemudian membuat memorinya.


Hasil setingannya (yang sudah dimemori) bisa dipanggil sewaktu-waktu kalau dibutuhkan. Caranya dengan mengaktifkan nomor programnya. Bisa juga diberi nama, misalnya sesuai dengan judul lagu. Asiknya lagi, masing-masing efek bisa diaktifkan satu per satu, seperti layaknya pada alat dengan sistem analog.


Banyak juga sound processor digital yang beredar di pasaran sudah dilengkapi dengan setting dari musisi-musisi top. Para gitaris handal seperti
Dave Sabo (Skid Row), Steve Vai dan George Lynch (ex-Dokken) punya presets sendiri. Yang sudah dimemori di dalam sebuah produk processor keluaran pabrik DOD dan Korg.


Tetapi
sound processor digital juga memiliki kelemahan. Memperlakukan alat semacam ini tidak boleh sembarangan. Jika asal mematikan, salah-salah bisa membuatnya jadi hang. Program yamg sudah dimemori bakal terhapus. Kalau sudah begini, maka processor tersebut harus diprogram ulang. Kebayang nggak kalau kejadian seperti ini terjadi di atas panggung?

 

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 08/2001. PESAN


Cari di Situs :


 

 

 

 

 

 

 

+

Bursa

 

ChordMusik

 

 

Moslem fm 98,8

Bumbu Restaurant & Cafe

Majalah Nirmala

Headline Creative Communication

Baskin Robbins

NewsCafe

 

 

 

 

©2000 majalah NewsMusik.All Rights Reserved.
Created & Design by NewsMusik.net Development Team.
Comments, suggestions and critics please contact
webmaster newsmusik.net