
EFEK
PEDAL
Newsmusik Edisi
09 /
2000 – Andree
Soeprodjo
Bentuknya sederhana, berukuran kira-kira 20 X 10 cm. Namun asesoris ini mampu memberikan corak warna sound yang beraneka ragam, sesuai keinginan si
pemakai.
Effect gitar ini sebetulnya sudah jadi sejarah. Penggunaannya sendiri dipakai sejak era 50-an. Orang banyak menyebut alat ini sebagai teknologi pintar yang mampu memberi karakter suara lain pada gitar, kibor, vokal serta sejumlah instrumen lain. Namun siapa yang menyangka, kalau alat ini pada awalnya ternyata hanya dipergunakan untuk gitar saja? Baru sekitar dekade 60-an, tercipta asesoris sejenis untuk instrumen
lainnya.
Effect
mobil-mobilan. Yah, inilah ucapan yang sering kita dengar sebagai panggilan untuk alat mungil tersebut. Namun sebenarnya, alat yang memiliki banyak partikel elektronik ini memiliki nama asli sound effect pedal's. Sejak pertama diciptakan, alat ini langsung merengkuh hati para pemain gitar (khususnya). Dan mereka ingin segera memilikinya. Hasil bunyi yang ditimbulkannya jelas berbeda, dibanding jika kita bermain clean tanpa asesoris sound semacam
ini.
Distorsion merupakan jenis effect pertama yang populer sejak era 1970-an. Untuk mengoperasikan teknologi ini tergolong ringan. Pasang tenaga berkekuatan AC/DC 9 volt, kemudian tekan switch dengan menggunakan tungkai kaki kita, lantas
beraksilah.
Seiring dengan perkembangan waktu, mulailah bermunculan jenis asesoris lainnya yang memiliki karakter bunyi berbeda dengan jenis Distorsion. Berbagai macam namanya, mulai dari Delay, Flanger, Phaser, Chorus dan lain
sebagainya.
Perkembangan alat pintar ini terkadang mampu juga mengelabui telinga pendengar. Karena dari sini tercipta sound yang berbeda. Alat ini identik dengan nama Roland. Yah, lantaran memang perusahaan inilah yang pertama kali memproduksi jenis effect mungil
tersebut.
Sebelumnya, memang ada yang membuat piranti effect sejenis, namun umumnya sudah menjadi satu bagian dari sound ampli, alias sudah built-in. Sebut saja Marshal, sebagai 'bapak' sound amplification untuk instrumen musik. Produk macam ini banyak dipakai para musisi era 50-an, seperti The Beatles, Deep Purple, Jimi Hendrix dan banyak lainnya. Marshal 'bolehlah' disebut sebagai pendahulu yang mempopulerkan asesoris elektronik untuk peralatan
musik.
Di jaman kini, pada para musisi didapat kesan 'malas' untuk menggunakan jenis effect mobil-mobilan tersebut. Mungkin, karena sudah ada alat lain yang lebih canggih semacam module effect, yang menggabungkan banyak random function dalam satu alat. Namun jangan dikira effect pedals benar-benar 'emoh' dipakai lagi. Justru di era milenium ini, Marshal malah mengeluarkan produk baru untuk jenis effect pedals.
Pertimbangannya tak lain karena bunyi yang dihasilkan memang lebih terasa dan lebih tajam, ketimbang menggunakan module effect yang berisi macam-macam jenis sound. Apalagi tampilannya 'milenium banget', full perak
warnanya.
“Rugi sebenarnya kalau kita menggunakan module effect, karena tidak semua sound
terpakai. Kecuali kita bisa bereksperimen gila dengan alat
itu. Yah, contohnya seperti UZEB yang bisa membuat sound
baru,” ujar Rio --- kibordis Los Morenos ---, saat bercakap-cakap di markas
NewsMusik.
Baca
artikel
lengkapnya di
NewsMusik 09/2000.
PESAN

|