


JENS
JOHANSSON
Pelopor
Power Metal
Newsmusik
Edisi 9 / 2001 – Roy
Aryanto
Pemain
keyboard asal Swedia yang sangat senior ini,
sudah berkiprah sejak awal tahun 80-an. Waktu
itu bersama adiknya drummer Anders
Johansson, ia 'mengawal' gitaris Yngwie
J. Malmsteen meluncurkan debut album pada
1984. Setalah itu mereka menghasilkan album Marching
Out, Trilogy
dan album Live Trial By
Fire.
Kerja sama tersebut berlanjut sampai dengan
tahun 1988 di album Oddysey.
Sebelum ia digantikan Mats Ollaufson yang
kemudian manggung di Indonesia pada 1990. Jens
termasuk pelopor dalam permainan keyboard untuk
musik power metal. Permainannya banyak
mengilhami para pemain keyboard yunior.
Permainannya
di lagu 'Liar'
(Trilogy), terdengar sangat cepat dan seperti 'ingin'
mengimbangi jemari Yngwie yang memang sangat
cepat. Begitu pula pada lagu 'Heaven
Tonight' (Odyssey), gerayangan jemari
Jens di atas tuts keyboard bahkan kadang lebih
cepat dari pada yang dilakukan Yngwie pada fretboard
gitar.
Lepas
dari grup Yngwie di akhir dekade 80-an, Jens
membentuk grup Stratovarius. Bersama grup
yang sangat produktif tersebut, ia sudah
berhasil menelurkan banyak album. Album-album
tersebut adalah Freight
Night, Twilight
Time, Fourth
Dimension, Episode,
SOS, Destiny,
Vision dan Infinite.
Ditambah
album Live Vision Of
Europe dan album the best of, The
Chosen Ones dan Best
of 14 Diamonds. Belum termasuk lagi single-single
dan video yang cukup banyak jumlahnya. Bahkan
pada bulan Juli ini mereka akan menelurkan album
baru Intermission.
Kiprah
di grup barunya tersebut tentu lebih dahsyat
ketimbang ketika masih bersama Yngwie. Pada lagu
'Hunting High And Low'
yang cepat, ia kadang memainkan pattern
yang mengikuti riff gitar dan bass. Jadi not-not
menjadi pendek dan sangat rapat.
Begitu juga pada lagu 'Phoenix',
di situ ia melakukan solo keyboard pada bagian interlude
kedua, setelah gitaris Timo Tolkki
melakukan bagiannya. Tentunya dengan tempo cepat
dengan not-not yang sama pendek dengan gitar.
Ini berbeda dengan yang dilakukannya pada lagu slow
'Mother Gaia'. Di
mana ia memainkan instrumennya dengan kalem dan
lembut, tetapi tanpa meninggalkan skill-nya.
Pengaruh
Yngwie masih melekat pada diri Jens saat ia
mengisi riff-riff yang panjang dan cepat di lagu
'Glory Of The World'.
Terasa sekali 'bau' neo classical pada
riff-riff tersebut. Dan hal itu dilakukannya
hampir di sepanjang lagu mulai intro sampai
coda.
Lagu
'Infinity' yang
mempunyai tempo berubah-ubah, membuat permainan
Jens menjadi lebih dinamis dan variatif.
Keyboard-nya bisa mengalun dengan santai untuk
tiba-tiba meraung dengan cepat. Sound yang
dipilihnya juga memperkuat kesan megah, khas
musik neo classical power metal, yang
memang banyak diusung oleh grup musik asal
Skandinavia.
Baca artikel
lengkapnya di NewsMusik 09 / 2001. PESAN

|