


DEREK
SHERINIAN
Patah-Patah
Mengikuti Drum
(Keyboard
Metal Bagian II)
Newsmusik
Edisi 8 / 2001 – Roy
Aryanto
Nomor
lalu kami membahas pemain keyboard Alex
Starpolli. Kini giliran Derek Sherinian,
keyboarder Planet-X yang ex-Dream Theater.
Nama
Derek Sherinian barangkali cukup akrab di
telinga kita. Ini lantaran dia datang dari
Amerika. Dan sebagai keyboarder grup Planet-X
yang ex-Dream Theater, ia termasuk yang
cukup banyak membantu musisi lain. Kontribusinya
ada di album Alice Cooper, The
Last Temptation.
Sayang, kiprahnya di album tersebut kurang
menonjol. Permainannya terdengar agak 'dibatasi'
dan kurang 'galak'. Terutama pada lagu-lagu
cepat macam 'Sideshow'
dan 'Unholy War'.
Cirinya baru 'terasa' pas saat ia memainkan
instrumen pada lagu 'It's
Me' yang kalem.
Saat memperkuat Dream Theater, ia sempat
menghasilkan tiga album. Yaitu A
Change Of Seasons, Falling
To Infinity dan album Live
Once In A Live Time. Sedangkan bersama
grup barunya ia sudah menelurkan dua album yaitu
Derek Sherinian's Planet X
(self tittle) dan Universe.
Pada intro lagu 'Innocence'
(A Change Of Season), Derek memainkan fill
yang megah dan padat walaupun pattern-nya
sangat sederhana. Baru pada lagu instrumental 'The
Darkest of Winters', ia memperdengarkan pattern
rada 'njlimet'. Untuk kemudian mengalun lembut
pada lagu 'Another World'.
Kemampuan yang sesungguhnya mungkin baru
tercurah di lagu 'The
Inevitable Summer.' Di mana ia memainkan pattern
rumit dengan tempo tinggi. Not-notnya juga
terdengar sedikit 'patah-patah' mengikuti
ketukan drum. Ketukan seperti ini memang menjadi
ciri khas musik progresif metal.
Pada lagu 'Take The Time'
versi live, Derek 'berdialog' dengan
gitaris John Petrucci dengan riff-riff
yang bersahut-sahutan. Ia kemudian mengerahkan
kemampuan dalam solo piano elektrik. Di mana ia
menyelipkan intro lagu 'Lines
In The Sand' pada bagian awal.
Sound-sound yang 'aneh' dan terkesan teatrikal
juga ditampilkannya dalam solo tersebut. Semua
itu makin memperkaya warna musik Dream Theater.
Masih dari versi live, permainan
keyboard-nya dalam lagu 'Pull
Me Under' terkesan lebih 'berisi'
ketimbang versi album yang dimainkan Kevin
Moore, keyboardis sebelumnya. Di sini
keyboard tidak hanya mengisi fill, melainkan
juga membentuk melodi lagu. Begitu pula dalam
lagu 'Metropolis',
yang menampilkan sound keyboard mirip suara
Hammond organ yang khas.
Derek makin menemukan jati diri saat membentuk
Planet X. Di sini permainannya berkembang
menjadi lebih eksperimental. Terutama lewat
album Universe, di
mana grup itu diperkuat gitaris kugiran Tony
McAlpine. Di album kedua tersebut tampaknya
ia mulai lebih 'berbagi peran' dengan pemain
lain. Berbeda dengan album pertama saat ia
seakan-akan tampil sebagai solois.
Baca artikel
lengkapnya di NewsMusik 08 / 2001. PESAN

|