Hits

 

 

 

 

Deep Purple: Sukses demi Sukses

Newsmusik Edisi 10 / 2000Santi Dian, Hakim & Bens Leo

Pada 20 Oktober 1973, tembang 'Woman From Tokyo' beredar di Amerika dan masuk di chart ‘Top 100’.

Pada 9 Maret 1974, kembali Deep Purple formasi anyar merilis album gres bertajuk Burn, sukses di Inggris pada posisi 3 dan 9 di Amerika. Tanggal 30 Maret, lagu di album ini, 'Might Just Take Your Life' sukses di blantika musik Amerika. Pada 22 Mei, untuk kesekian kalinya Deep Purple menggelar tur Inggris, diantaranya tampil di Kilburn State Gaumont.

November 1974, album Stormbringer yang menyelesaikan proses rekamannya di Jerman Barat, berhasil masuk posisi 6 dan 20 di Inggris dan Amerika. 13 November 1974, seorang lelaki yang wajahnya nyaris mirip Ritchie Blackmore, mengaku dirinya sebagai si dewa gitar itu. Anehnya, mobil Porsche yang dipinjamnya di sebuah rental mobil, ditabrakkannya di Iowa. Pria yang ditengarai bukan Ritchie, itu akhirnya digelandang ke tahanan polisi dengan tuduhan penipuan. Saat insiden memalukan ini, Ritchie sedang berada di San Fransisco.

7 April 1975, seusai show di Paris, Ritchie Blackmore keluar dari Deep Purple. Alasannya? Ritchie merasa kecewa dengan bandnya sendiri karena album Stormbringer yang sudah selesai proses rekamannya dipandang 'remeh' para personel lainnya. Ditambah lagi dengan lagu 'Black Sheep of the Family' yang direkamnya, ditolak oleh rekan-rekannya.

23 Agustus 1975, album kompilasi kedua bertajuk 24 Carat Purple, dirilis dan langsung berada di posisi 14 Inggris. Nggak lama kemudian (16/10), album Roger Glover bertitel The Butterfly Ball, beredar. Roger Glover sempat tampil di London's Royal Albert Hall untuk promo album baru ini dengan Ian Gillan sebagai vokalisnya.

November 1975, album Come Taste The Band (CTTB) yang posisi gitarisnya dipegang Tommy Bolin mantan gitaris James Gank, berhasil bercokol di tangga 19 Inggris. Untuk promo album ini Deep Purple menggelar tur dunia, antara lain ke Amerika, Australia, Eropa dan Inggris Raya, juga negara-negara Timur. Masuknya Tommy Bolin adalah atas rekomendasi Ritchie, karena gaya permainannya dirasa cocok dengan gaya funk yang sedang dikembangkan oleh DP saat itu. Sentuhan Funk ini sangat terasa pada album CTTB. Memang melenceng tapi itulah proses eksplorasi. Tapi justru inilah yang membuat Ritchie hengkang dari DP.

Dengan Tommy Bolin di dalamnya, Deep Purple dikontrak main di Stadion Utama, Jakarta oleh majalah Aktuil dan Buena Produktama. Didampingi oleh God Bless, konser raksasa ini menyisakan sedikit kerusuhan, karena massa sempat membakar tempat duduk di tribune, sementara satu orang roadie Deep Purple tewas, terjatuh dari lantai atas Hotel Sahid, tempat Deep Purple dan crewnya menginap. Yang menarik adalah, Jon Lord sempat membawakan sepotong lagu ‘Burung Kakatua’ sebagai intro lagu hitsnya. Penonton dan musisi Indonesia menganggap ini adalah trick live yang menarik untuk ‘ditiru’.

Bagi perkembangan musik Indonesia, konser Deep Purple sekaligus menandai masuknya teknologi musik panggung, karena usai itu, light system dan tata suara supergroup lokal God Bless dan SAS (yang baru berubah nama dari AKA usai Ucok Harahap keluar), berubah total; meniru Deep Purple. Pada tahun yang sama, - 1975 - Deep Purple merenggut gelar Pada 20 Oktober 1973, tembang 'Woman From Tokyo' beredar di Amerika dan masuk di chart ‘Top 100’.

Pada 9 Maret 1974, kembali Deep Purple formasi anyar merilis album gres bertajuk Burn, sukses di Inggris pada posisi 3 dan 9 di Amerika. Tanggal 30 Maret, lagu di album ini, 'Might Just Take Your Life' sukses di blantika musik Amerika. Pada 22 Mei, untuk kesekian kalinya Deep Purple menggelar tur Inggris, diantaranya tampil di Kilburn State Gaumont.

November 1974, album Stormbringer yang menyelesaikan proses rekamannya di Jerman Barat, berhasil masuk posisi 6 dan 20 di Inggris dan Amerika.
13 November 1974, seorang lelaki yang wajahnya nyaris mirip Ritchie Blackmore, mengaku dirinya sebagai si dewa gitar itu. Anehnya, mobil Porsche yang dipinjamnya di sebuah rental mobil, ditabrakkannya di Iowa. Pria yang ditengarai bukan Ritchie, itu akhirnya digelandang ke tahanan polisi dengan tuduhan penipuan. Saat insiden memalukan ini, Ritchie sedang berada di San Fransisco.

 

7 April 1975, seusai show di Paris ........

 

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 10 / 2000. PESAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

+

Bursa

ChordMusik

 

 

Moslem fm 98,8

Bumbu Restaurant & Cafe

Majalah Nirmala

Headline Creative Communication

Baskin Robbins

NewsCafe

 

 

 

 

©2000 majalah NewsMusik.All Rights Reserved.
Created & Design by NewsMusik.net Development Team.
Comments, suggestions and critics please contact
webmaster newsmusik.net