

The
Police: 3 in 1, Sederhana tapi Ruaaarr Biasa
Newsmusik Edisi
11 /
2000 – Santi
Dian

Kelompok
berisi tiga orang ini menjadi begitu besar serta
menghidupkan musik dunia di era 80-an. Dengan
menge-tengahkan bentuk-bentuk musik yang
terlihat sederhana tapi dimainkan dengan skill
prima dari ketiga personelnya, men-jadikan
kelompok ini berhasil mempengaruhi musik
dimana-mana. Musik mereka yang dibilang
sederhana dengan - basic musik reggae - itu
merasuki begitu banyak telinga dan hati
penggemar musik di seantero jagad, menjeratnya,
lalu kemudian mengikat mereka semua. Erat, rapat!
Ketiganya
menyuguhkan racikan musik dari berbagai bahan,
reggae, pop, rock, fusion bahkan ska, dan jenis
terakhir inilah yang mencuat dan bisa mendunia
pada era tersebut. Dan popularitas yang mendunia
direnggut mereka dalam waktu hanya beberapa
tahun dan hanya lewat beberapa album saja!
Lantas
ketika ketiganya sedang berada di puncak
popularitasnya, tiba-tiba saja nama mereka
tertelan bumi. Hilang le-nyap begitu saja!
Publik musik dunia terus memendam harapan untuk
menikmati kebersamaan mereka lagi dan
meng-hasilkan musik-musik sederhana tapi
‘complicated’ tahun ke tahun, bahkan sampai
sekarang! Nyatanya, harapan memang sebaiknya
dipendam terus dulu, entah kapan waktunya,
mereka bersepakat untuk naik panggung bareng
lagi.
Sementara
ini, kita semua ‘hanya’ bisa menyimak
berbagai hasil musik dahsyat masing-masing pada
berbagai proyek musik pribadinya. Baik itu
Sting, Andy Summer maupun Stewart Copeland. Inilah
perjalanan sang legenda yang musiknya
bersahaja, The Police !
Awal
terbentuknya grup papan atas Inggris ini adalah
saat Gordon Matthew Sumner yang kemudian dikenal
dengan nama Sting bertemu dengan Stewart
Copeland. Pertemuan pada tahun 1976 itu terjadi
saat Stewart kebetulan sedang menonton
pertunjukan Sting. Saat itu Sting masih menjadi
gitaris Last Exit, kelompok jazz combo.
Sedangkan Stewart yang asal Alexandria, Mesir
adalah drummer handal Curved Air, sebuah band
rock progressive. Keduanya mulai latihan bareng
dan kemudian merekrut Henri Padovanni, yang
punya nama asli Corsica untuk mengisi posisi
gitar. Jadi, jazzer bertemu progresif rocker,
sebuah pertemuan kolaborasi yang sedari awalnya
sudah menunjukkan gelagat bakal menghasilkan
sesuatu yang dahsyat kelak.
Musikalitas
Stewart didukung oleh saudara laki-lakinya,
Miles yang pernah menjadi manager Curved Air.
Drummer yang khas dengan gebukan reggaenya ini
punya studio di apartemennya yang dijadikan
markas latihan The Police. 12
Februari 1977, adalah moment penting
dimana nama The Police tercetus. Sebulan
kemudian lahirlah ‘Fall
Out’. Single pertama ini
menghabiskan biaya 150 Pounds untuk
ongkos produksinya.
Single
perdana ini kemudian diluncurkan pada bulan Mei
lewat perusahaan rekaman Illegal yang merupakan
asset Stewart. Dalam jangka waktu relatif
singkat terjual tak kurang dari 2000 copies.
Tidak hanya itu debut perdana ini langsung
melejitkan The Police, setelah sukses bertengger
di chart independent Inggris. Dan sampai
November 1979, masih bertahan di chart Inggris.
Awal
pertemuan dengan Andy Summers terjadi saat
Stewart dan Sting diundang oleh Mike Howlett,
mantan personel band Gong, untuk tampil bareng.
Saat itu posisi gitaris dipegang oleh Andy
karena Henri tidak dapat memenuhi undangan. Andy
sebelum gabung dalam The Police sudah malang
melintang dari satu grup ke grup yang lain.
Diantaranya New Animals, Soft Machine dan Kevin
Ayers. Selain itu, ia punya terlibat dalam album
Neil Young yang berjudul Everybody Knows This Is
Nowhere. Pengalaman Andy yang segudang membuat
Sting tertarik untuk mengajak gabung.
Juni
1977, Andy resmi masuk The Police.
Gabungnya gitaris yang punya nama asli Andrew
Somers ini dirayakan dengan tampil di klub
bergengsi, London's Marquee club. Kontribusi
Andy dipandang penting ke dalam grup. Tidak
hanya memberi nuansa musik baru tapi juga
memberikan satu unit gitar echo yang saat
dikombinasikan dengan drum reggae milik Stewart
benar-benar memberikan sebuah paduan kekuatan
sound yang sempurna. Selain itu pas sekali saat
digabungkan dengan vokal Sting yang minimalis.
Sejarah pun dimulai!
So Lonely dan Debut Album
Dua
bulan setelah Andy gabung, Henri undur diri dari
grup. Maka pada 18 Agustus 1977,
trio Sting, Stewart dan Andy memulai babak baru
The Police. Awal Januari 1978,
proses rekaman untuk album pertamapun dimulai.
Miles
Copeland sebagai saudara kandung tidak hanya
memberikan dukungan penuh saja buat Stewart tapi
juga punya andil dalam melejitkan The Police. Ia
menjadi promotor tur Inggris Raya grup Spirit.
Dan The Police yang masih belia
diikutsertakan sebagai band pembuka.
Selain itu, ia ikut berjuang dalam kontrak
persetujuan dengan perusahaan rekaman
A&M untuk merilis single ‘Roxanne’
pada April 1978. Meski awalnya
gagal meraih perhatian publik karena kurang
promosi namun setelah dirilis ulang dua tahun
kemudian (25 April 1979), lagu
ciptaan Sting ini sukses bertengger di posisi
puncak chart Inggris.
Single
‘Can't Stand Losing
You’ diluncurkan pada Oktober
1978. Ini adalah single kedua yang
diluncurkan lewat label A&M. Setahun
kemudian lagu tulisan Sting ini dirilis ulang
dan sukses bertengger di posisi 2 chart Inggris.
Album
debut bertitel Outlandos
D'Amour diluncurkan pada November
1978. Album yang menghabiskan biaya 3000
Pounds ini langsung melejit di posisi 6 chart
Inggris. Lagu jagoannya 'So
Lonely' sukses pula. 'So Lonely' dua
tahun kemudian beredar lagi dengan format baru
dan menjadi tembang keempat yang sukses masuk
Top Ten Inggris. Sebelumnya grup juga pernah
diajak main bareng plus rekaman dengan Eberhard
Schoener dalam Video Flashback pada 1977 di
Munich, Jerman
Barat.
Album
kedua bertitel Regatta
De Blanc, begitu diluncurkan pada 13
Oktober 1979 langsung melesat ke urutan
1 chart Inggris. Album yang diproduksi sejak
Februari di Surrey Sound Studios ini
menghabiskan biaya dua kali lipat dari album
pertama. Album kedua ini melejitkan nama The
Police sampai ke Amerika hingga meraih
penghargaan gold disc.
‘Walking
On The Moon’ karya Sting
diluncurkan pada Desember 1979,
dan lagi-lagi
sukses di urutan 1 chart Inggris. Prestasi ini
semakin memperlihatkan
kepiawaian Sting dalam menulis lagu,
sekaligus mendongkrak naik popularitas musik ska
karena lagu tersebut punya aksentuasi ska yang
kental.
Tur
dunia pertama The Police digelar pada 20
Januari 1980. Diselenggarakan di
37 kota dan 19 negara. Diawali dari New
York dan berakhir di New Castle, kampung halaman
Sting. Bombay, India menjadi salah satu kota
yang disinggahi. Dan menjadi fenomena tersendiri
di sana lantaran The Police menjadi grup western
pertama yang tampil.
Juni
1980, grup merilis koleksi kumpulan
single hits grup dalam bentuk blue vinyl dan
diberi titel Six Pack.
Pada saat bersamaan Sting dan Andy hengkang
menuju Eire, Dublin, Irlandia untuk menghindari
pajak. Kasus ini pernah pula menimpa Rolling
Stones dan The Beatles. Tak lama di Eire mereka
pergi menuju Belanda. Di sana mereka justru
masuk studio untuk rekaman album ketiga.
Era
Sukses 80-an
Akhir
tahun 1980 adalah tahun sukses buat
mereka lantaran musikalitas grup terlihat makin
matang. Mulai dari ‘So Lonely’ yang dirilis
ulang, ‘Don't Stand
So Close To Me’ yang diambil dari
album ketiga juga lagu ceria ‘De
Do Do Do, De Da Da Da’ yang
pop-rock ska, menghiasi chart dunia. Sedangkan
film dokumenter yang diberi judul The
Police In The East, yang diudarakan
di TV BBC, sukses meraih perhatian jutaan pasang
mata di seluruh dunia.
Album
ketiga, Zenyatta
Mondata yang diluncurkan pada akhir
1980 turut pula diproduseri oleh grup, sukses di
urutan puncak chart. Akhir tahun ini pula
diwarnai dengan kesibukan grup lewat tur Amerika
Utara selama 33 hari, sampai keliling Argentina.
Awal tahun 1981, Zenyatta Mondata
duduk di peringkat 5 chart Amerika. Dan menjadi
album pertama yang sukses masuk Top Ten di
Amerika. Dan tur mereka dilanjutkan selama dua
bulan mengelilingi Amerika Utara, Kanada, Jepang,
Australia, Selandia Baru.
Pada
25 February 1981 Regatta De Blanc
memenangkan penghargaan Best
Rock Instrumental Performance dalam
penghargaan yang digelar oleh 23rd
annual Grammy Awards. Dan inilah
pertanda kian menguatnya kepastian akan
popularitas The Police yang telah mendunia!
Sting
mendapat pengukuhan sebagai Songwriter
of The Year dalam acara
26th annual Ivor
Novello Awards, yang dilaksanakan di
London's Grosvenor House Hotel pada 19 Mei
1981. Seakan mengukuhkan kelebihan Sting
sebagai seorang komposer berbakat besar dengan
segudang ide bermusik, yang kelak dibuktikannya
dalam perjalanan solonya di kemudian hari.
Album
keempat mereka, Ghost
In The Machine yang dibikin selama
lima bulan, sukses di peringkat 1 begitu dirilis
pada Oktober 1981. Lagu jagoannya, ‘Invisible
Sun’ yang inspirasinya berasal dari
kerusuhan yang terjadi Irlandia Utara sukses di
urutan 2 chart Inggris. Lagu lain dari album ini
adalah ‘Every Little
Thing
She
Does is Magic’ menduduki posisi
puncak chart Inggris. Lagu bertempo cepat ini
satu-satunya dari album Ghost In The Machine
yang direkam di Le Studio, Quebec, Canada.
Sukses
demi sukses terus diraup. Hingga pada 24
Februari 1982, the Police memenangkan
penghargaan Best
British Group dalam acara tahunan
pertama BRIT Awards,
di London's Grosvenor House. Dan beberapa jam
kemudian mereka juga memenangkan penghargaan Best
Rock Vocal performance By A Duo or Group for
‘Don't Stand So Close To Me’ dan Best
Rock Instrumental Performance for ‘Behind My
Camel’ di acara 24th
Grammy Awards.
Pada
29 April 1982, ‘Every
Little Thing She Does is Magic’
memenangkan anugerah
kategori Best Pop Song
dalam perayaan 27th
Annual Ivor Novello Awards yang
diselenggarakan di Grosvenor House Hotel.
Bersolo
‘Karir-Ria’
Tahun
1982, di mana sukses mereka semakin
memuncak, terlihat sebuah keinginan dari
masing-masing personel untuk berkarir solo.
Karena ketiganya memang punya musikalitas kuat
sekaligus daya kreasi tinggi untuk menuangkan
idenya masing-masing. Stewart mencoba melebarkan
jalur dengan bikin musik score untuk film
Francis Ford Copolla berjudul Rumble Fish.
Tawaran bikin score juga datang dari Ballet
Production dari San Fransisco untuk pertunjukan
balet bertema King Lear.
Begitu
pula Sting yang untuk pertama kalinya
meluncurkan single solo yang diberi judul,
‘Spread A Little Happiness’. Lagu daur ulang
ini adalah soundtrack lawas film Brimstone and
Treacle. Lagu ini sempat bertengger di urutan 16
chart Inggris. Diluncurkannya lagu ini merupakan
awal sukses karir solo Sting. Terbukti tanggapan
positif datang dari publik dunia. Plus sarat
dukungan dari penggemarnya untuk bersolo karir.
Tidak ketingggalan Andy yang merilis album
instrumental yang dititel I Advance Masked.
Ditengah
kesibukan masing-masing personel dengan
aktifitasnya sendiri. Grup sempat pula tampil di
US Festival. Festival bergengsi yang bertempat
di San Bernardino, California menampilkan The
Police bersama bintang-bintang kelas dunia
seperti Santana, Talking Head, The Cars,
Fleetwood Mac dan lainnya dan ditonton tak
kurang dari 400.000 orang. Festival ini dibiayai
oleh Steven Wozniak, pendiri perusahaan Apple
Computer.
Rentetan
Penghargaan Untuk
‘Every Breath You Take’
Album
kelima, Synchronicity
sukses bertengger di posisi puncak chart Inggris
dan bertahan selama dua minggu setelah dirilis
pada Juni 1983. Judul album ini
diambil dari teori Carl Jung yang merupakan ahli
psikologi asal Swiss. Teorinya bernama teori
ketidaksadaran dan kebetulan yang mistik.
Kebanyakan lagu dalam album ini ditulis Sting
saat berada di rumah Ian Fleming, yang terkenal
dengan James Bond-nya.
Tembang
andalannya ‘Every
Breath You Take’, juga sukses
dipuncak chart Inggris. Lagu karya Sting ini
bertema cinta yang obsesif. Sempat bertahan
selama delapan minggu di chart Amerika. Albumnya,
Synchronicity bertahan selama 17 minggu di chart
Amerika. Album ini sukses meraih penghargaan
empat platinum.
Lagu
dalam album ini yang berjudul ‘Synchronicity
II’ dan ‘King
of Pain’
ikutan sukses pula. Pada Desember 1983
‘Every Breath You
Take’ dikukuhkan lewat reader's
poll sebagai Top Single
in Billboard's Year In Music.
Tidak
hanya itu pada 28 Februari 1984 ‘Every
Breath You Take’ mendapat
pengukuhan sebagai Song
of The Year dan Best Pop Performance By A Duo or Group With Vocal, di perayaan 26th
annual Grammy Awards. Penghargaan
lainnya untuk tembang manis ini adalah
penghargaan sebagai Best
Group Video dalam perayaan Second
annual American Video Awards yang
digelar pada 5 April 1984.
Empat
hari kemudian tembang ini lagi-lagi memperoleh
dua penghargaan yaitu Best
Song Musically & Lyrically dan Most
Performed Work dalam perayaan 29th
annual Ivor Novello Awards yang
diselenggarakan di Grosvenor House Hotel.
Tidak
cukup sampai di sini pada 18 September
1984 'Every
Breath You Take' memenangkan kategori Best
Cinematography dalam acara perayaan
pengukuhan MTV
Video Music Awards, yang
pelaksanaannya bertempat di Radio City Music
Hall, New York. Sebagai pemandu acara adalah
Bette Middler dan Dan Aykroyd. Tanggal 11
February 1985, The Police memenangkan
anugerah Outstanding
Contribution To British Music dalam
perayaan fourth annual
BRIT Awards, bertempat di Grosvenor
House Hotel.
Stewart
meluncurkan album solo bertajuk The Rhytmatist
pada Mei 1985. Dalam album rock ini Stewart
memberi nuansa musik Afrika. Terlihat sekali
sebuah keinginan terpendam Stewart untuk
menuangkan ide gaya bermusiknya sendiri, dengan
penekanan lebih pada warna world music, ke dalam
bentuk musik yang tidak terdapat pada The
Police.
Sting
meluncurkan album solo pertamanya yang diberi
titel Dream of The Blue Turtles pada Juni 1985.
Terlihat masing-masing personel sangat
independent pada saat ini. Sempat pula beredar
gosip pecahnya The Police karena meningkatnya
kesibukan personelnya di luar grup. Untuk
membuktikan bahwa mereka masih solid, maka grup
dengan tampil lengkap manggung di Konser Amnesty
International, Atlanta pada 11 Juni 1986.
Dalam konser ini mereka menyuguhkan lima lagu.
Mereka juga ingin menunjukkan bahwa mereka masih
bersatu dengan kumpul bareng latihan lagi. Namun
kebersamaan ini ternyata tidak lama karena
ditengah latihan masing-masing personel justru
sering meninggalkan latihan dan sibuk
masing-masing.
Kecewa,
Sting bertekad untuk serius bersolo karir selain
itu juga ingin merambah dunia akting. Pernyataan
resmi bubar memang tak pernah dinyatakan, namun
mereka tidak pernah terlihat lagi bareng-bareng
sesudah ini. Setelah ini tak ada karya lagu baru
The Police. Yang ada hanya rentetan lagu yang
didaur ulang seperti ‘Don't Stand So Close To
Me’ yang didaur ulang dan ditambahi judulnya
menjadi ‘Don't Stand
So Close To Me '86’ yang dirilis
pada November 1986 dan
ternyata makin enak didengar .
Pada
8 November 1986 Every
Breath You Take - The Singles,
diluncurkan dan merupakan single ke-lima yang
sukses masuk Top Ten di chart Inggris karena
bertengger di posisi satu. Sementara di Amerika
bertengger di posisi 7.
Sukses
Bersolo Karier
Tahun
1987, Andy unjuk gigi. Ia meluncurkan album yang
diberi titel XYZ. Dalam album ini ia
memperlihatkan kalau ia juga bisa nyanyi. Para
penggemarnya seperti diberi kesempatan untuk
mendengar vokalnya secara langsung. Album
solonya terus berlanjut yaitu Mysterious
Barricades ('88), Golden Wire ('89), Charming
Snakes ('90) dan World Gone Strange ('91).
Ia
sempat menjadi sutradara live music di TV
Amerika dalam program acara ‘The Dennis Miller
Show’ pada Januari 1992. Dia juga bikin lagu
score film berjudul Weekend At Bernie's
dan film 2010.
Begitu
pula dengan Stewart. Menyusul album sukses Andy
pada Januari 1988, Stewart meluncurkan sebuah
album instrumental yang dititel The Equalizer
And Other Cliff Hangers. Di dalam album ini
terdapat theme song film The Equalizer
yang diudarakan di Amerika.
Stewart
setelah bubaran dengan The Police, justru makin
sukses berkibar sebagai komposer. Ia juga
menulis lagu score, untuk film Wall Street, Talk
Radio, Hidden Agenda, First Power, Men At Work
dan banyak lagi. Tidak hanya itu ia turut
berkontribusi sebagai komposer opera diantaranya,
opera Holy
Blood and Crescent Moon yang digelar pada
tahun 1989. Sebelum akhirnya ia mendirikan
kelompok yang dinamakan Animal Logic bersama
Deborah Holland dan Stanley Clarke. Album
perdananya berjudul sama dengan nama grupnya,
Animal Logic sempat duduk di chart
Amerika urutan 106 pada Desember 1989.
Pada
10 Oktober 1992 The Police kembali
meluncurkan sebuah album kompilasi yang berisi
lagu-lagu hits mereka. Album ini diberi titel Greatest
Hits. Sempat bertengger di posisi 10
chart Inggris. Selain itu merilis pula satu set
yang terdiri empat buah CD retrospective yang
diberi titel Message In
A Box: The Complete Recordings. Di
dalam kemasan ini juga terselip lima album yang
dikerjakan di studio. Album ini diluncurkan pada
September 1993 dan lumayan sukses.
|