|
|
|
|
Artis : Lionel Richie Album : Renaissance Distribusi : Universal Music
|
|
Meski ratusan nama penyanyi baru mengekor suksesnya, bahkan di jalur yang sama, namun Lionel Richie, 52 tahun, tak gentar menghadapi muka baru dengan gelombang musik baru. Renaissance membuktikan pendapat ini. Album ini sendiri terasa lebih up tempo dibanding sejumlah hits cintanya yang melegenda. Dan seolah memasuki trend yang bergejolak saat ini.
Dengarlah sampai tuntas lagu 'Angel', pada side A pun lagu 'Waste Time' di side B. Terasa nuansa lagu 'Believe' yang sarat dengan gaung electro pop milik Cher masuk di sana. Nuansa musik dansa seolah menjadi tujuan Lionel dalam Renaissance. Simak juga sentuhan musik Karibia yang kental mewarnai lagu 'Cinderella'.
Namun, di luar itu bukan berarti album yang memiliki arti kebangkitan kembali ini, lantas menanggalkan ciri khas Lionel yang merdu mendayu-dayu seperti yang disuarakannya dalam 'Still', 'Three Times A Lady,' 'Trully'. Karena di sana juga termuat lagu manis dengan lirik cantik, seperti yang tertera dalam kartu-kartu ucapan bermerek Hallmark. Mau bukti? Dengarkan pada 'Piece of Heart' juga 'How Long'.§
- Nini |

|
|

|
|
Artis : Janet Jackson Album : All For You Produksi : Virgin Record Distribusi : EMI Indonesia |
|
Penampilannya selalu mengedepankan sensual. Bukan hanya lewat pose setengah telanjang yang menghias sampul depan album All For You. Namun juga muncul dari barisan lirik dalam berbagai lagunya. Dengar pada 'All For You', dan 'When We Ooo', suara Janet yang mendesah di tengah kalimat berbau 'pillow talk', kalau di Indonesia cuma cocok dikonsumsi orang dewasa dan tentu sudah menikah.
Dengan usia 35 tahun, Janet seolah menjadi 'veteran' di belantara musik R&B. Karena itulah sensualitas seolah menjadi citra yang harus terus dibangun dan dipertahankan. Tapi jangan buru-buru langsung apriori dengan keberadaan Janet seperti itu. Soalnya, eksplorasi musikalitasnya boleh juga dipujikan. Tidak terlalu banyak, memang. Tetapi tetap ada yang unik di tengah album itu.
Misalnya, coba simak secara cermat lagu 'China Love'. Pada bagian awal lagu akan terdengar suara gending Jawa yang diperoleh dari sampling perkusi dan dimainkan dengan synthesizer. Tidak terlalu dominan, namun upaya memasukkan unsur itu, bisa jadi sebagai langkah eksplorasi. Meski juga agak terburu-buru kalau kita menyimpulkan Janet tengah memasuki wilayah world music. Sebab pada prinsipnya ia tetap bermain dengan styles club/dance, adult contemporary, dance-pop. Sebuah corak yang sama sejak ia masuk industri rekaman solo pada 1982.§
- Nini
|
 |
|
Soundtrack : Red Planet Atmosfir Futuristik Mengelilingi Mars |
|
Adalah Graeme Revell yang menulis futuristic score Red Planet karya sutradara Anthony Hofman. Pria asal New Zealand ini, bukan saja menulis sendiri musik film yang mengambil latar belakang Planet Mars, tapi juga memadukan beragam jenis musik yang sudah jadi. Tercatat ada nama Peter Gabriel yang menulis 'The Tower That Ate People' dan Sting yang menyumbang 'A Thousand Years' juga 'When The World is Running Down' (You Can't Go Wrong) yang dibawakan Different Gear dan The Police.
Graeme menulis tujuh lagu. Dua di antaranya, 'Crash Landing' dan 'Alone” dinyanyikan sendiri. Pada lagu 'The Inferno', 'The 'Fifth Heaven', dan 'Canton XXX' terasa karyanya berubah jadi unik malah memasuki wilayah magis. Terutama karena Emma Shapllin menyanyikan lagu itu dengan suara sopranonya yang menyerupai gaya nyanyi orang Italia di abad ke 14.

Suara Emma yang dipadu iringan gitar akustik dan perkusi, sekilas mengingatkan kita pada keunikan vokal Enya, terutama jika keduanya menyuarakan lagu sendu. Khusus pada ‘The Fifth Heaven’, terasa kita ikut masuk ke nuansa musik klasik oriental, terlebih ada penguatan paduan suara yang cantik di belakangnya. Nuansa ini pula yang kemudian mengentalkan lagu itu terdengar memiliki atmosfir futuristik, namun tetap kental berkesan mistik dan agung.
Jujur saja karya Graeme ini mungkin rada sulit diterima telinga musik pop. Namun, tidak ada salahnya mengoleksi soundtrack ini. Soalnya, jarang ada musik film yang ditulis dengan gaya modern berpadu dengan sentuhan klasik oriental macam begini. Percaya
deh…§ - Nini
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|