Steely
Dan: Dengan Jazzy Menaklukkan Grammy
Selebriti,
Newsmusik Edisi 04 /
2001 – Gideon
Momongan
Bagaimana
mungkin, musik yang begitu lembut, bisa
menggasak dengan sukses kemeriahan musik pop?
Bahkan menenggelamkan kedahsyatan musik rock.
Apakah ini bisa disebut kemenangan sensasional
musik jazz? Inilah dia, tua-tua keladi di usia
tua malah merajai Grammy, Steely Dan!
Musik
Steely Dan mungkin terbilang ‘sederhana’.
Pengertiannya, tidak meriah dengan variasi sound
mutakhir. Juga tidak menyala-nyala dengan
performance yang gila-gilaan. Tapi kalau ditilik
lebih jauh, justru musik sederhana mereka ini
memiliki berbagai ‘kelebihan’. Walau begitu
- buat sebagian kritikus musik - musik Steely
Dan tetap saja disebut sebagai pembawa jaman
keemasan jazzy 70-80-an. Kuno dong?
Kuno mungkin tidak. Kelewat ekstremlah. Yah,
kalau dibanding musik-musik pop era sekarang,
mungkin bisalah dibilang musik duo ini
‘terlalu sepi’. Tapi justru, kesepian musik
mereka dibungkus dalam bentuk musik yang terasa
penuh penjiwaan. Dan efisien. Di sana jazz
bertemu funk, dibumbui aroma pop. Cool jadinya.
Tapi memang nikmat. Setuju?
Sejatinya
Donald Fagan dan Walter Becker, sebagai personel
Steely Dan, memang terbiasa bermain dalam warna
musik yang cool tersebut. Ada sedikit sentuhan
kritis pada lirik, terutama berkaitan dengan
masalah sosial juga ada imbuhan suasana humor.
Namun musik yang kelihatan bersahaja itu, mereka
buat dan mainkan dalam cakupan kompleksitas nada
yang lebar. Istilahnya, musiknya tuh kemana-mana.
Kalau begitu, jelas tidak sederhana dong? Memang,
makanya musik mereka tetap relevan untuk kondisi
musik semodern sekarang. Sebuah alternatif bunyi
yang manis, dan mungkin ‘lebih’ menyehatkan
telinga. Tetap terdengar fresh sampai saat ini.
Kekuatan mereka ada pada harmoni yang memberikan
dukungan maksimal pada bentuk akhir sajian
melodinya. Kena di hati.
1972,
Can't Buy A Thrill
Donald
Fagen, kelahiran Passaic, New Jersey tahun 1948
dan Walter Becker, kelahiran New York City tahun
1950, bertemu di Bard College tahun 1967. Mereka
iseng bikin band yang memainkan pop, jazz bahkan
progresif rock. Kemudian keduanya mulai berani
membuat komposisi sendiri, yang pada akhirnya
membawa mereka pada album duet pertama mereka, You
Gotta Walk It Like You Talk It. Album
tersebut dihasilkan di Brooklyn, setelah Fagen
lulus di tahun 1969. Namun dalam album tersebut,
duo ini belum memakai nama Steely Dan. Nama
Steely Dan barulah dipakai pada tahun 1971,
dengan formasi Fagen, keyboards dan
vokalis, Becker, bassist. Ditambah Denny
Dias dan Jeff ‘Skunk’ Baxter (
gitar ), Jim Hodder ( drummer) dan
vokalis utama, David Palmer. Setahun
kemudian lahirlah album Can't
Buy A Thrill. Dari album ini
meluncurlah 'Do It
Again', yang menclok di peringkat
enam charts. Disusul, 'Reelin'
In The Years' pada posisi ke 17.
Album ini meraih predikat gold album.
Dilanjutkan
dengan Countdown To
Ecstasy yang dirilis awal 1973,
tanpa didukung lagi oleh Palmer. Dalam album ini,
mencuat 'Showbiz Kids'
dan 'My Old School'
yang laris di kalangan pendengar siaran radio
FM. Kalangan pendengar radio FM inilah yang
bakalan menjadi kekuatan utama bagi Steely Dan
pada masa-masa selanjutnya.
1977,
Aja
Album
berikutnya, Pretzel
Logic, dengan hits, 'Rikki
Don't Lose That Number'. Sayangnya,
setelah album ini dirilis, Steely Dan menjadi
hanya duo Fagen dan Becker. Baxter keluar dan
masuk formasi Doobie Brothers, demikian juga
ikut keluar personel lain. Pemicu hengkangnya
para personel lain itu karena Fagen dan Becker
sepakat untuk bekerja hanya di studio saja.
Tanpa show dan tour konser lagi.
Katy
Lied, 1975, disusul The
Royal Scam, 1976,
menjadi album selanjutnya. Warna jazz menjadi
lebih kentara, apalagi dengan ikut tampilnya
gitaris Larry Carlton. Bisa disimak pada 'Kid
Charlemagne' dan 'Don't
Take Me Alive'. Dan kecenderungan
Steely Dan untuk bermain jazz lebih kelihatan
lagi pada Aja,
yang dirilis 1977. Dalam album ini
beberapa jazzer handal turut mendukung seperti Joe
Sample, Wayne Shorter dan Tom
Scott.
Ternyata
Aja cukup memperoleh sambutan di pasar, dengan
penjualan sekitar sejuta keping. Juga
menempatkan tiga hitsnya, 'Peg',
'Deacon Blues'
dan 'Josie'
pada tangga lagu Top-40. Dan tiga tahun berikut,
keluarlah Gaucho,
yang meraih platinum dan melepaskan, 'Hey
Nineteen' dan 'Time
Out Of Mind' di Top-40. Warna jazz
rock dengan sedikit funk yang membalut bungkusan
pop musik mereka, rasanya kian dikenal dan
diakrabi banyak orang. Namun setelah kesuksesan
tersebut, duo inipun beristirahat panjang.
2000,
Two Against Nature
Lalu
setelah 20 tahun berselang, ..........§
Baca
artikel lengkapnya di NewsMusik 04/2001. PESAN
|