.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

ALANIS MORISSETTE: DARI BALET & SALAH TULIS NAMA

Selebriti, Newsmusik Edisi 3 / 2000 Bens Leo 

Dari balerina, memasuki jagad musik. Prestasinya tak terduga. Album Jagged Little Pill terjual 28 juta copies. Itulah prestasi multi-instrumentalis, komposer dan vokalis Alanis Morissette.

Multi Instrumentalis

Perkembangan musik dunia ternyata tak hanya melingkar di seputar Inggris-Amerika dan sebagian kawasan Amerika Latin, tapi Kanada juga memberi sumbangan berharga terhadap lahirnya superstar baru. Alanis Morissette, yang belakangan ( semakin ) kondang lagi lewat album Jagged Little Pill ( 1995 ) misalnya, sejak awal mengedarkan album ini ditengarai bakal melengkapi lahirnya superstar perempuan. Jika awalnya ia banyak bermain-main pada musik pop, dance dan sedikit balada dengan peralatan musik konvensional, di album Jagged Little Pill lirik-lirik lagu karya Alanis mulai tampak tajam, cerdas, kadang malah terasa pahit. Banyak lagu di album ini, mencerminkan perjalanan searah Alanis, tapi dengan otobiografi yang lebih lengkap.
Penggunaan perangkat MIDI dan sequencers, juga menjadikan album Jagged Little Pill terasa beda.

Kelebihan lainnya yang menjadikannya 'cepat dewasa' di jagad musik adalah, musikalitasnya yang tinggi, dan daya gempurnya yang hebat untuk menarik perhatian dunia musik. Sebagai contoh, Alanis sangat gape main piano, gitar, flute, harmonika dan amat berbakat menulis lagu. Teori musik yang elementer mengatakan, apabila seseorang dikaruniai bakat main instrumen musik, menulis lagu dan menyanyi, maka itu merupakan persyaratan lengkap untuk memiliki SIM ( Surat Ijin Menjadi ) kondang. Apalagi jika yang memenuhi persyaratan ini adalah seorang perempuan, tempat dimana dunia musik masih langka menyiapkan talentanya.

Menembus 28 Juta Copies

Ada sederet nama pesaing Alanis Morissette, yang sama-sama berjuang di jagad musik perempuan. Namun Alanis tidak menolak jika musik rekamannya dianggap sealiran dan dipengaruhi oleh Sinead O'Connor. Yang membedakan adalah, Alanis berhasil mengajak kerjasama orang kondang, antaralain Glen Ballard, George Harrison, Paul McCartney dan Ringo Starr, Steve Tyler serta Ozzy Osbourne, sedang Sinead tidak.

Prestasi lain yang menarik dicatat dari Alanis Morissette adalah, titian karier musiknya yang dimulai dari usia sangat muda, yakni umur 13 tahun sudah menulis lagu bareng Leslie Howe dan usia 16 tahun mulai membuat album perdana yang kemudian dilepas di pasaran tahun 1991 lewat MCA. Album berjudul Alanis itu mendapat sertifikat platinum di Kanada, dan menempatkan Alanis Morissette sebagai 'The Most Promising New Female Vocalist' pada Juno Award 1991, yakni Grammy Award-nya Kanada.

Prestasi inilah yang menjadikan Alanis Morissette kian percaya diri. Meski album keduanya yang dilepas tahun 1992 berjudul Now Is the Time tidak semeledak album perdana, namun Now Is the Time tetap mengantungi penghargaan platinum di Kanada, dan sempat terjual lumayan banyak di Amerika. Maka, popularitas dunia sebenarnya tinggal selangkah akan digenggam oleh perempuan Kanada ini.

Dari sisi kuantitas, Jagged Little Pill menembus angka penjualan 28 juta copies di penjuru dunia, 18 juta diantaranya hanya di Amerika dan 150 copies di Indonesia, berarti double platinum dikantungi komposer dan vokalis serba bisa ini dari 'Warner Music Indonesia'. Usai itu, Alanis melepas album baru diberi judul Supposed Former Infatuation Junkie (November 1998). Album ini menghasilkan lagu hit 'Thank U' dan 'Front Row'.

Salah Nama & Indie Label

Alan dan Georgia Morissette awalnya memberi nama anak perempuannya yang berbakat menari dan menyanyi ini dengan nama Alanna. Tapi, pada saat si anak mulai main-main di dunia kesenian dan diliput pers, wartawan koran pop salah menulis nama Alanna dengan tulisan 'Alanis', “Eh, manis juga nama ini,“ komentar Alan. Lalu, ia membaptis Alanna dengan nama barunya, Alanis. Gadis periang ini lahir di Ottawa, Kanada pada tanggal 1 Juni 1974 dari 3 bersaudara dengan 2 abangnya, Chad dan Wade.

Pada umur 11 tahun, dengan bantuan teman dan orang tuanya, Alanis melepas single perdana yang diberi judul 'Fate Stay With Me'. Lagu ini diedarkan dalam konsep indie label, dengan biaya rekaman diambil dari uang saku Alanis sendiri, baik yang didapat dari orang tuanya maupun dari honornya sebagai 'anak teater' dan film teve. Ia memang berjuang dari bawah. Orang menyebutnya perjuangan seorang musikus underground yang berhasil menembus major label.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 03/2000. PESAN