Hits

 

.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

AIR: ANAK-ANAK?! NGGAK MASALAH

Selebriti, Newsmusik Edisi 5 / 2000 Hakim, Nini, Baroc

‘'Bintang di langit, kerlip engkau di sana, memberi cahayanya di …'' Nggak salah tuh? Mustinya kan di matahari, bulan kek, atau benda lain yang bisa menyinari…. Ya, begitulah. Nasi telah menjadi bubur. Tembang 'Bintang' yang terlantun deras dari kelompok AIR yang terdiri cuma dua orang, Beng-Beng (personel PAS Band) dan Sinta (Sintawati) - adik kandungnya - ditambah additional player, kadung populer di negeri sebesar Indonesia. Nggak cuma digemari remaja, orang dewasa, tapi kebanyakan malah anak-anak. Lo?

 

“Ya, memang, kebanyakan penggemar kita jadi anak-anak. Mungkin karena ada intro suara anak-anak kali, ya!'' cetus Sinta berbinar-binar dan terheran-heran. Terus, soal penggunaan kata 'bintang' jadi sah-sah saja, Sin? ''Kalau untuk matahari lain, kalau kayak sekarang secara luas bahwa bintang itu tidak memancarkan sinar, yang memberi sinar itu adalah matahari, bintang itu hanya memantulkan aja, tapi mungkin sudah menjadi baku bahwa bintang yang menyinari itu,'' sela Beng-Beng, aranjer sekaligus personil musik grup AIR, beralasan.

Beng-Beng pun memberi contoh bahwa argumentasinya tak sekadar asbun (asal bunyi). Dia pun mengutip Jaya Suprana yang pernah berkata dalam buku yang dikarangnya, ''Bahwa sekarang itu ada konsep yang salah menjadi benar, gitu. Nah, ini (Bintang) termasuk. Dan kalau akhirnya kami membuat kalimat, puisi atau lagu, bintang memantulkan cahaya nggak akan ditertawakan orang. Ya, contoh-contoh seperti itu, bahwa ada kejadian di masyarakat yang seperti itu,'' cerocos Beng-Beng yang cukup kalang kabut menjawab berondongan pertanyaan para kuli disket kami di markas NewsMusik, beberapa pekan silam.

Jadi? Ya, fungsionalisasi kata 'bintang' itu tadi, nyatanya, memang belum ada yang melontarkan protes, meneriakkan gugatan apalagi yang ngajuin somasi ke pengadilan kan? Jadi, ''Ya, nggak perlu dimasalahin lagi,'' ujar Beng-Beng. Argumentasi duo AIR itu memang nggak salah, juga belum tentu benar. Tapi, namanya juga lagu, sama dengan puisi kali, ya, memang bebas melakukan eksplorasi kedalaman, ekspresif, bebas berpendapat, dan, pokoknya, bebas-bas - bas!!

Awal mulanya lagu top itu dirilis, ungkap Beng-Beng yang lebih banyak berbicara mewakili sang adik, adalah bermula ketika instrumen musik yang dibuatnya sudah setengah jadi digarapnya. Saat ada kesempatan nongkrong, Beng-Beng membawa-bawa kaset rekamannya itu ke tempat tongkrongan. Saat diputar, tiba - tiba teman nongkrong Beng Beng nyeletuk, ''Boleh juga tuh,'' ujar personil PAS Band itu menirukan temannya. Tanpa sengaja, sang kawan menawarkan diri untuk membuatkan liriknya. Gayung pun bersambut. ''Oke kalau begitu, gue buatin (lirik), mau nggak? Bagaimana, tentang apa nih? Ya, terserah aja, tapi kalau bisa temanya universal, dalam arti nanti yang dari anak-anak sampai orang tua nyanyiinnya ngerti, gitu. Kan kayak sekarang mungkin ada anak-anak bisa nyanyi lagu cinta, tapi kan nggak pernah tahu arti cinta. Jadi di- saat itu aku pengen tawarin yang universal dan dingertiin semua orang,'' ucap Beng-Beng menirukan lagi perbincangannya dengan sang kawan.

Nah, singkat cerita, setelah demo diajukan, rekaman pun dilakukan ....§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 5/2000. PESAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

+

.:: Bursa NewsMusik

ChordMusik

 

 

Moslem fm 98,8

Bumbu Restaurant & Cafe

Majalah Nirmala

Headline Creative Communication

Baskin Robbins

NewsCafe

 

 

 

 

©2000 majalah NewsMusik.All Rights Reserved.
Created & Design by NewsMusik.net Development Team.
Comments, suggestions and critics please contact
webmaster newsmusik.net