|
|
||
|
|
||
Bjork: Musikal sejak BalitaSelebriti, Newsmusik Edisi 11 / 2000 – Bens Leo
Pop Punk sampai Fusion Bjork menjadi perempuan musisi panutan banyak selebriti musik dunia tak hanya lantaran keberaniannya membuat patokan musik yang unik. Orang menyebutnya pop punk sampai fusion namun juga karena perilakunya yang nyeleneh, namun tetap dalam koridor musikalitas yang kuat. Diambil contoh, pada rekaman album perdananya yang dirilis tahun 1977 berjudul Bjork gadis mungil ini berani memilih memasukkan lagu Beatles 'Fool On The Hill' (diterjemahkan ke dalam bahasa Islandia menjadi 'Altur Ut Ur Hol') dan lagu Stevie Wonder 'Your Kiss is Sweet' menjadi 'Bukolla'. Pada saat itu usia Bjork baru 12 tahun, dan di Islandia belum ada tradisi anak-anak berani membawakan lagu 'orang lain' di rekaman. Lebih dari itu, Bjork dianggap berprestasi, karena pada usia belasan tahun dan baru saja lepas dari masa puber, ia merilis album perdana. Secara teknis, pita suaranya masih 'goyang', “Tapi saya telah memulai rekaman untuk konsumsi industri musik lokal lewat major label Falkinn. Album perdana saya memperoleh platinum,” katanya bangga. Jika di Islandia waktu itu hitungan platinum macam di Indonesia sekarang, setara dengan 150.000 kaset / LP, maka untuk seorang bocah puber, Bjork adalah album laris-manis. Lagu hit dari album Bjork adalah 'Arabadrengurinn' ( 'The Arab Boy' ). Kritisi musik Eropa menyebut album perdana Bjork ini belum menunjukkan identitas penampilan dan musikalitasnya. Tapi pada tahun 1979, Bjork tiba-tiba ikut mengkonsep musik rekamannya dan memasuki trend musik baru: punk. Ia membangun band perempuan dengan mengambil spirit main Sex Pistols, mulai mendandani penampilannya dengan mencat rambutnya menjadi orange, sementara matanya dikasih eye-shadow tebel. Bjork sendiri kecuali menjadi vokalis juga tampil sebagai drummer. Tapi band ini tak berjalan lama, Bjork cenderung bosan. Ia membangun band lain dengan nama Exodus, sebuah band yang memainkan lagu fusion, termasuk karyanya sendiri. Ini terjadi pada tahun 1980, pada saat itu usia Bjork belum genap 15 tahun. Bersama sohibnya, Asgeir Saemundsson dan Tholvaldur Thovalsson, ia membuat demo rekaman independen dan tampil di acara teve lokal. Fusion yang dimainkannya tak harus diterjemahkan sebagai bagian dari musik jazz, tapi juga merambah pada musik punk 'Warna' penampilan Bjork lebih tegas lagi tatkala ia muncul ke panggung dengan bendera band Jam 80, pada saat itu eksperimen musiknya mulai mengarah ke musik sampling, mekanik dicampur permainan individual sebagai player. Pada tahun ini Bjork lulus dari 'sekolah musik', yang dipelajarinya sepanjang 10 (!) tahun. Ini artinya, Bjork telah belajar musik termasuk menyanyi pada usia 5 tahun. Ia memang belajar musik secara formal pada usia balita itu di sekolah musik Barnamusikskoll Reykjavikur. Di sekolah ini Bjork mempelajari teknik menyanyi, main piano dan flute. Ia juga belajar main drum secara otodidak. Waktu itu, kritisi mulai menyebut musik yang dimainkan Bjork adalah pure punk pop, jenis musik ini direkam dalam film dokumenter Islandia berjudul Rokk Reykjavik, dan Bjork mulai tampil lewat video klip. Pada tahun 1982, Bjork muncul dengan 2 band sekaligus: Purrkurr Pillnikk dan Peyr. Banyak Band & Eksperimen Pada tahun 1983, Bjork membangun band
KUKL, bersama teman-teman musisinya eks Purrkurr
Pillnikk. Lewat band ini, muncul statement Bjork bahwa ia mulai memainkan musik yang kian
beragam, ada unsur hardcore, punk, bahkan jazz, “Dan saya sendiri merasa sudah mulai punya identitas
menyanyi,” katanya suatu hari. Lewat KUKL
inilah, dirilis dua album Bjork,
The Eye sebuah judul album dan lagu yang muncul dari judul buku bacaan favorit
Bjork, 'Story of the Eye'. Album kedua yang dirilis pada tahun yang sama 1984 diberi judul
Holiday In Europe (The Naughy
Nought). Pada tahun 1997, album yang disebut terakhir dirilis ulang dalam format CD. Pada tahun 1986, pada usianya yang baru 19 tahun, Bjork melahirkan anak pertamanya dari Eldon Jonsson, dikasih nama Sindri, tepatnya pada 8 Juni 1986. Tidak disebutkan, apa profesi suaminya. Yang pasti, perjalanan kariernya terus menggelinding, tak terganggu hanya karena lahirnya anak. Buktinya, usai itu Bjork malah muncul berakting pada film pertamanya, The Juniper Tree, sebuah film black & white dengan memakai bahasa Inggris. Bjork memerankan remaja bernama Margit, yang punya konflik keluarga. Film ini menurut Bjork adalah sebuah film artistik, bukan film komersial biasa. Ia memang menyukai eksperimen macam itu. Pada tahun 1987, untuk pertama kalinya Bjork membuat album dalam teks bahasa Inggris, dengan lagu hit 'Birthday' dengan versi Islandianya berjudul 'Ammeeli'. Pada tahun 1987, Bjork kembali berakting, kali ini untuk TV play berjudul Broken Glass. Setahun kemudian, Bjork menggarap album baru, antara lain melahirkan lagu hit 'Fucking In Rhythm And Sorrow' dan 'Blue Eyed Pop' serta 'Mama'. Album ini dikawal oleh band The Sugarcubes, sebuah grup yang dibangun setelah KUKL bubar. Dengan Sugarcubes pula..............§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 11/2000. PESAN
|
||