|
|
|
|
|
|
Fred Durst: Lambang Kesengsaraan Anak MudaSelebriti, Newsmusik Edisi 15 / 2000 – Roy Aryanto Di atas panggung ia brutal. Di bawah panggung ia pribadi yang sulit ditaklukkan. Fred Durst dengan Limp Bizkit disanjung fans, namun dicerca musisi senior. Fred sendiri cuek. Katanya, “Para senior itu cuma jealous dan tidak ikhlas Limp Bizkit sukses.” Dalam lagu 'Take A Look Around,' milik Limp
Bizkit, Fred Durst sang vokalis berteriak penuh
kemarahan, “Saya tahu kenapa kamu ingin membenci
saya!” Kalimat itu ditujukan untuk para 'musuhnya'.
Musuh? Ya, itulah yang terjadi. Walau popularitas Limp Bizkit membawa Fred bisa duduk santai dalam limousine, namun kemewahan itu di lain pihak membuatnya
terganggu, terutama karena ulah dan perkataan para seterunya sesama musisi maupun kritikus
musik. Dengan Metallica, misalnya, Fred dianggap tokoh pembelot. Soalnya, selagi Metallica menolak kebijakan perusahaan Napster yang membolehkan penggemar musik mengakses lagu melalui internet tanpa imbalan buat sang artis, Limp Bizkit bersama fans-nya malah ‘mengambil’ 1,8 juta dollar dari Napster untuk membiayai konser gratis Limp Bizkit sepanjang musim panas. Hal ini memicu perselisihan sengit di media antara Durst dengan drummer Metallica Lars Ulrich (baca juga NM 10 Metallica menuntut pembajak MP3). Lantas, siapakah sebenarnya Fred Durst? Kenapa banyak orang membencinya? Sebenarnya tidak semua orang membencinya. Banyak juga yang memihaknya. Misalnya para bintang musik hip-hop yang 'membela' Limp Bizkit. Fred dan personel lainnya merupakan 'bintang tetap' di acara MTV Total Request Live, dan mereka berhasil menjual jutaan kopi dari dua album mereka. Lagi pula Durst sekarang menjabat sebagai wakil presiden pada Interscope Records dan merambah ke dunia film. Mungkin Durst banyak dimusuhi gara-gara dia sendiri juga sering menyiratkan pertentangan. Agaknya sunggung munafik, jika ia merasa tersiksa bila musisi lain dan media memojokkannya, tetapi ia pula yang kemudian membalas dengan membesar-besarkan masalah. Tetapi jika dilihat lebih dalam, akan ditemukan bahwa ia sangat konsisten. Siapa Durst sebenarnya dapat dilihat dari film pertama garapannya bertajuk Runt. Tapi Fred yang sesungguhnya adalah pribadi yang sulit ditaklukkan dan cenderung brutal. Suatu saat ia dengan personel Limp Bizkit -- Sam Rivers (bass), John Otto (drummer), disc jockey DJ Lethal dan Wes Borlan (gitaris) -- menghajar panggung dengan kesal karena mereka telat tampil satu jam. Gara-garanya gedung pertunjukkan memasang tempat duduk. Hal itu membuat penonton tidak bebas ber-mosh pit. Saat mereka naik panggung, kemarahan menyembur dari speaker. Kemudian di tengah konser di saat mereka galak-galaknya menggeber hit 'Counterfeit’, tiba-tiba aliran listrik mati, sound padam dan panggung menjadi gelap. Gosipnya: Sharon Osbourne manager sekaligus istri Ozzy, mencabut kabel! Apakah ia kecewa dengan Bizkit yang terlambat muncul sehingga memotong waktu manggungnya Ozzy? Atau ia kuatir terjadi hal yang tidak diinginkan pada penonton gara-gara 'amukan' mereka? Di lain pihak, para fans memanfaatkan keadaan ini untuk naik ke panggung dan langsung dihalau security dengan kasar sampai mereka dihentikan oleh Durst --- dengan cara mengacungkan tangan melerai. Durst takkan membiarkan penggemarnya celaka. Dengan cepat Durst membalikkan keadaan menjadi tenang dengan memeluk para fans. Tentu saja mereka langsung 'gila-gilaan'. Kenapa? Sebab di mata penggemarnya Fred Durst adalah gambaran nyata diri mereka sendiri, bukan hanya karena seragam skate-punk-nya. Walaupun Durst sudah cukup toku-hampir 30 tahun mereka tahu dia dapat merasakan kesengsaraan mereka dan mempunyai pandangan yang sama seperti mereka. Saat Fred di-DO dari kampus, ayahnya yang seorang polisi mengusirnya dari rumah. Ia lalu menghabiskan satu setengah tahun penderitaan di angkatan laut, punya anak di luar nikah pada usia muda dan sebelum sukses ia jadi tukang bikin tato di Jacksonville, Florida. Fred Durst merupakan figur besar yang sanggup mengatur situasi, segala ucapannya menjadi berita. Ia tidak peduli berapa banyak albumnya terjual atau berapa banyak uang ia hasilkan, Fred selalu memandang dirinya, bandnya dan para penggemar sebagai kerdil dan terbelakang (padahal mereka menjual Significant Other sebanyak enam juta kopi-mereka juga punya motto “Kamu inginkan yang terburuk, kamu dapat yang terburuk”). Kreativitasnya dimulai...........§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 15/2000. PESAN
|
|