Hits

 

.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

Gino Vanelli: Pernah Menjadi Kiblat Utama Musik Kita

Selebriti, Newsmusik Edisi 5 / 2000 Gideon Momongan

Siapa dia sebenarnya? Ia menjadi nama yang selalu disebut-sebut para pemusik beken kita pada awal 80-an silam. Musik, suara dan album rekamannya senantiasa wajib disimak. Lantas bagaimana kiprahnya dewasa ini? 

 

Pada dasarnya Gino Vannelli memang menarik, lantaran idealismenya dalam ber- musik. Maksudnya ia terus menjalani musik, memainkannya dengan gaya dan visi sendiri. Justru kekuatan tersebut yang mampu mendorongnya menjadi seorang penyanyi, musisi, komposer yang berbeda dan mengangkatnya tinggi keluar dari ling- kungan negerinya sendiri, Kanada. Musik yang dimainkan bersama saudara kandungnya, Joe dan Ross Vannelli, menyerap berbagai esensi musik, diracik sedemikian rupa dan dibumbui skill khususnya bermusik. Jadi ada perpaduan antara rock progresif, fusion jazz dengan sedikit R&B dan groove. Tapi tak cuma itu saja. Yang memberinya nilai tambah adalah musik yang dimainkan terasa powerful serta seringkali mengumbar syncop-syncop yang memberikan aksen-aksen khusus yang boleh dibilang sulit dicari tandingannya. Kata banyak orang, itulah nilai tinggi skill seorang Gino Vannelli!

Dan bentuk vokal Gino Vannelli sendiri punya keunikan khusus pula. Timbre suaranya bulat, jernih, mampu mendaki nada-nada tinggi dengan mulus lewat teknik falsetto yang unik. Aksentuasi yang jelas dan tajam mem- buat warna vokal pria ini terasa macho dan elegan. Menurut para penggemar, suara Gino Vannelli yang macho itu juga sama-sama sulit dicari bandingannya!

Lewat album terakhir, Slow Love yang di produksi Polygram, semakin menegaskan keistimewaan seorang Gino Vannelli di mana ia begitu kuat dalam hal melodi dan lirik-lirik cinta yang luas. Berisikan bermacam ballad, penuh groove, berbumbu jazz rock, Gino meningkahi dengan vokalnya yang penuh, bulat dan sensual! Slow Love didukung beberapa nama yang menjadi ‘jaminan mutu’ seperti Tom Grant (accoustic piano), Philip Ingram (vocal), David Garibaldi dan Graham Lear (drums), Randy Porter, Randy Cannon (piano) juga ada Jorge Calendrelli, Louis Biancaniello, Jimmy Haslip (YellowJackets) dan George Whitty (Brecker Brothers). Soal musisi pendukung, sebelumnya Gino memang senantiasa mengajak banyak musisi yang berkwalitas okay punya seperti Mike Miller ( gitar ) misalnya yang sekarang malah digaet Chick Corea masuk ke Electric Band.

Sejak Crazy Life di tahun 1973 kemudian Powerfull People (1974), Storm At Sunup (1975), The Gist Of Gemini (1976), A Pauper In Paradise (1977), Brother To Brother (1978), Night Walker (1981), Black Cars (1985), Big Dreamers Never Sleep (1987) dan Inconsolable Man (1991) Gino Vannelli telah menunjukkan segala kemampuan istimewanya sehingga beberapa albumnya telah berhasil menggaet platinum, bukti konkrit eksistensinya direspon publik dengan sa- ngat positif, selain 4 nominasi Grammy Award.

Nama Gino Vannelli sendiri saat era 80-an memang punya wibawa tersendiri khususnya bagi kalangan pemusik kita. Banyak nama-nama beken menjadikan Gino Vannelli dan musiknya sebagai salah satu referensi terpenting bagi musik-musik mereka, seperti Fariz RM, Gank Pegangsaan, sampai pada Erwin Gutawa, Dian Pramana Poetra, Bagus AA bahkan Harry Roesli. Menurut mereka, kelebihan musik Gino ada pada kepadatan, powerful serta kekukuhan dalam idealismenya. Yang lain menyatakan, Gino Vannelli memainkan musik-musik yang tidak biasa, dan punya tingkat kesulitan tinggi, “Dan itu asyik buat musisi kita, dalam mendengarkan maupun memainkannya," terang Harry Roesli suatu ketika.

Rada disayangkan, Gino Vannelli berasal dari Kanada. Soalnya, kalau ia datangnya asli dari Amerika, kemungkinan besar popularitasnya bakal jauh lebih tinggi lagi. Industri musik Amerika rada-rada rasialis memang, walau tongkrongan Gino Vannelli sebetulnya sudah superstar, ya ganteng, aksentuasi suara yang bening ditambah aksi panggung yang sexy.

Sementara itu, di negeri kita ini, wibawa Gino memang sempat menurun. Selepas album Black Cars yang dianggap terlalu melenceng dan ‘ajaib’ dan cukup disayangkan para musisi kita yang telah terbiasa me-wajibkan diri untuk tidak ke- tinggalan menyimak eksistensi musik Gino tapi biar begitu, nomer-nomer yahudnya seperti 'I Just Wanna Stop', 'River Must Flow' ataupun 'Livin Inside Myself' sampai 'People Gotta Move' masih kerap dibawakan di lingkungan pub ataupun kafe - kafe saat ini. Artinya, popularitasnya tidaklah ter- lalu menyurut sampai bisa begitu saja dilupakan orang. Dan sejauh ini ternyata musik dan suara Gino Vannelli masih memiliki berbagai kelebihan tersendiri yang tetap menarik untuk disimak, dilihat dan diikuti.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 5/2000. PESAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

+

.:: Bursa NewsMusik

ChordMusik

 

 

Moslem fm 98,8

Bumbu Restaurant & Cafe

Majalah Nirmala

Headline Creative Communication

Baskin Robbins

NewsCafe

 

 

 

 

©2000 majalah NewsMusik.All Rights Reserved.
Created & Design by NewsMusik.net Development Team.
Comments, suggestions and critics please contact
webmaster newsmusik.net