|
|
|
|
|
|
Jennifer LopezSelebriti, Newsmusik Edisi 1 / 2000 – Bens Leo Tatkala Ricky Martin menjadi mega-bintang baru dunia musik lewat lagu tema Piala Dunia 1998 berjudul 'La Copa de la Vida', pada saat itulah sebetulnya musik Salsa kembali membumi. Tahun 1999 ini, 'perempuan Salsa' baru lahir. Jennifer Lopez namanya. Magma Dunia Sinema Dunia lagi dilanda Salsa. Setelah irama musik Latino yang menghentak ini tergusur di ujung tahun 80-an dari sang dinamit bernama Gloria Estefan, kini Salsa kembali membuat kejutan. Dimulai dari Ricky Martin lewat lagu Piala Dunia 1998 'La Copa de la Vida' disusul dengan superhitnya tahun 99 'Livin La Vida Loca', musik dan goyang Salsa seperti tak terbendung lagi. Lalu masuk pula nama Jennifer Lopez, sebagai pe-Salsa baru dari vokalis wanita. Salsa memang tak pernah lepas dari tari, “Saya beruntung, punya latar belakang sebagai penari, “ kata Lopez suatu hari. Ia memang pernah mengambil kursus tari di kota kelahirannya, Bronx. Darah Puerto Rico yang mengalir di tubuhnya, menjadikan gadis berusia 28 tahun ini sangat sensitif tersentuh tantangan. Tantangan terawal datang dari dunia film. Lopez memulai debutnya lewat teve komedi produksi Fox, berjudul Living Color. Kemudian, ia membuat debut film layar lebar pertamanya lewat tangan sutradara Gregory Nava, untuk film epic latin bertitel Mi Familia, disusul kemudian dengan film Money Train. Namun, namanya sebagai mega-bintang sinema baru menjulang tatkala gadis sensual ini menerima peran utama dalam film Selena (1996) dan Out of Sight (1998). Pada film yang disebut terakhir itulah, Jennifer Lopez menapaki puncak kariernya sebagai mega-bintang sinema, tatkala ia menerima pengumuman dari Academy Award sebagai nominator 'pemeran wanita terbaik' calon peraih Oscar 1998. “Inilah saat-saat mendebarkan dalam kehidupan kesenianku, “ kata gadis 'panas' penggemar Barbara Streisand ini. “ Tapi, dunia sinema sebenarnya hanya bagian dari cita-cita lamaku. Dari kecil aku berambisi sebagai bintang nyanyi dunia, “ ujarnya kemudian. Untuk itulah, sejak usia remaja kecuali belajar tari, Lopez yang jelita ini juga belajar menyanyi. Ia berambisi untuk tidak hanya berkarier lewat dunia film Hollywood, tapi juga dapat mendunia lewat musik dari basis kerjanya di New York, Amerika. Paduan Antara Madona & Monroe Talenta mega-bintang Jennifer Lopez tercium oleh Emilio Estefan, seorang maestro musik Latino, yang juga dikenal sebagai suami Gloria Estefan dan pendiri grup Latin-pop Miami Sound Machine. Emilio lantas membujuk Tommy Mottola agar mau menampilkan Jennifer Lopez untuk masuk dalam jaringan perusahaan rekamannya, Sony Music. Tommy pula yang akhirnya meminta bantuan Rodney Jerkins, produser musik peraih 'Grammy' antara lain juga menggarap album Michael Jackson dan Brandy untuk membuat 'mengkilat talenta' Jennifer Lopez sebagai mega-bintang nyanyi. “Ia ternyata tak hanya memiliki kelebihan pada teknik vokal dan warna suaranya yang sensual. Kelebihan lainnya terletak pada bakat menari, berakting dan sensualitas tubuh dan wajahnya. Lopez diyakini banyak orang akan menjadi magma baru musik dunia, tak hanya untuk Salsa Latin, tapi juga musik pop, R&B, dan adult contemporary, “ kata Rodney yang kemudian bertindak selaku salah satu produser album perdana Jennifer Lopez. Perjumpaan di ujung tahun 1998 itu, akhirnya membuahkan kesepakatan untuk membuat album perdana Jennifer Lopez, dengan melibatkan sejumlah musisi-produser dan komposer, antaralain Corey Rooney, Sean 'Puffy' Combs ( pencipta untuk Faith Evans dan Noto - rious B.I.G ), Rick Wake ( Celine Dion ), dan Track Masters ( Will Smith, Nas dan L.L Cool J ).............§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 1/2000. PESAN
|
|