.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

Kahitna: Dari LMC ke Musik Industri

Selebriti, Newsmusik Edisi 6 / 2000 Bens Leo

KAHITNA nama ini sangat kondang sebagai band panggung dan rekaman. Sejumlah lagu hits lahir dari 4 albumnya. Lagu 'Cerita Cinta' membuatnya mengantungi Platinum pada tahun ‘94. Tapi aktivitas pendukungnya di proyek rekaman lain, menyebabkan orang sibuk menduga : tetap kokohkan formasi Kahitna?

Carlo : “Kahitna IV, Album Kami Terbagus”

Sejak dua tahun lalu, Kahitna mulai menyiapkan kembali proses rekaman album barunya. Uniknya, Yovie cs tak hanya mencipta lagu-lagu baru dengan inovasi yang lebih kaya, namun juga membongkar file lama, bahkan dari single dan album yang pernah digarapnya di tahun 80-an. Ini berarti, Kahitna menampilkan musik yang lebih variatif. Memadu sound lama dan baru. Pertanyaannya : menarikkah isi album- nya?

Awalnya memang ada kesulitan untuk memilih lagu mana yang diunggulkan, tatkala pertama kali mendengar hasil rekaman album ke- empatnya ini. Pada audisi menentukan lagu - lagu unggulan, Kahitna me- nyodorkan 5 lagu dengan variasi menampilkan 'warna lama', lagu bertema cinta dengan kegenitan pada lirik, namun sangat mengandalkan skill. Juga ada lagu yang 'agak minimalis', dengan suara duet Hedi Yunus - Carlo Saba dikawal piano akustik Yovie dalam perjalanan melodi yang agak panjang. Lalu ada warna - warna baru: musik perkusif yang dimainkan dengan sistem sampling, looping sehingga dapat mengangkat ornamen tabla synthesis yang dimainkan oleh Yovie dan Bambang Purwono dipadu permainan perkusi asli yang dimainkan Harry Suhardiman. “Tapi lebih banyak unsur musik techno-nya, dipadu dengan perkusi saya, “ kata Harry.

“Bagi kami, hal macam ini memang baru. Karena sengaja Kahitna menampilkan sound agak lama, ber- nostalgia tentang keperkasaan Kahitna di tahun 80-an dengan pola pembuatan lagu-lagu baru yang penuh spontanitas tapi dalam proses pengerjaan aransemen dan rekamannya, ada detil - detil tertentu yang khas Kahitna. Cuma kali ini kami tinggalin warna etniknya, “ lanjut Yovie. Pada lagu 'Permaisuriku' lagu unggulan yang banyak menampilkan unsur perkusi dengan program sampling dan asli, dengan warna up-beat yang riang, dengan menyisipkan bunyi gitar pendek saja pada interlude lagu. Liriknya adalah warna khas Kahitna. Ada genitnya, ada romantisnya. 'Permaisuriku' adalah ciptaan Carlo secara penuh.

Lalu, dengar pula lagu 'Kamu' (Dody Is/ Carlo Saba). Liriknya juga 'genit', Yovie dan Dody Is punya ide untuk memasukkan program sampling bunyi gendang, dipadu dengan bunyi keyboard produk Korg Triniton. Lagu ‘Kerinduan’ ( Andrie / Eq - Humania ), gitar Andrie ada ‘di depan’, justru dibacking oleh vokal Hedi-Carlo. Unik. Lalu ada lagu 'Enggak Ngerti' (Yovie Widianto), agak minimalis, penyanyi duet banyak dikawal oleh piano (terutama) Yovie. Lagi : Yovie juga punya kekuatan dalam penulisan lirik yang 'genit'. Judul lagunya pun dibikin 'suka-suka'. ‘Enggak Ngerti' mengingatkan kita pada nomor-nomor hits lama Kahitna macam 'Seandainya Aku Bisa Terbang' dan 'Tak Sebebas Merpati'. Lagu macam ini memang bisa bikin GR personil Kahitna, Karena grup Bandung inilah yang berhasil mengangkat warna minimalis itu menjadi lagu hits. Meski terdengar slow, namun sangat pas dinikmati, karena kesan romantisnya yang sangat kuat.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 6/2000. PESAN