.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

Kansas: Membangkitkan Lagi Progresif Rock

Selebriti, Newsmusik Edisi 11 / 2000Dharma S. Sibarani & Gideon

 

Dengan Somewhere To Elsewhere mereka muncul lagi. Rocker lawas yang belum kadaluwarsa. Cuma masalahnya, bisakah mereka bersaing dengan musik-musik rock jaman sekarang?

Kalau Inggris dan Eropa punya Genesis dan Yes, sebagai dua kelompok pembawa warna progresif rock yang kondang dan terhormat, maka Amerika punya Kansas! Jadi itu berarti, Kansas ya bukan grup remeh-temeh belaka, kan? Walaupun diakui dengan sangat jujur bahwasanya, Kansas berdiri dengan musik yang inspirasinya datang dari kedua kelompok progresif rock legendaris tersebut. Dan hal itu bisa dilihat dari beberapa komposisi musik awal mereka, tatkala pengaruh progresif dari Yes dan Genesis sangat terasa.

White Clover

Kelompok yang akhirnya telah menjadi salah satu legenda progresif rock ini berdiri tahun 1970 oleh dua sekawan, Phil Ehart (drums/ percussion; Lahir 1951) dan Dave Hope (bass;1951). Mereka kemudian mengajak serta rekan-rekan semasa SMA di Topeka, Kansas yaitu Kerry Livgren (keyboard/vocals; 1949), Steve Walsh (piano/keyboard/lead-vocals; 1951), Richard Williams (gitar), dan terakhir adalah Robby Steinhardt (violin/string/vocals; 1951).

Pada awalnya grup ini memakai nama White Clover dan ‘berkeliaran’ dari pub ke pub dengan membawakan lagu-lagu yang sudah dikenal publik, antara lain lagu-lagu miliknya Yes, Genesis dan juga Beatles. Sedari awal kecenderungan mereka untuk menyukai warna progresif rock telah kelihatan, dan pada masa itu memang musik yang mereka sering simak bersama adalah milik Yes dan Genesis.

Selanjutnya, mereka juga mulai memperhatikan musik hard rock milik Led Zeppelin dan Deep Purple. Dan pada tahun 1972, Phil Ehart sebagai motor utama kelompok ini memutus- kan berangkat ke Inggris khusus untuk mempelajari dan mendalami aliran-aliran rock yang sudah lebih dahulu berkembang di sana.

Setelah empat bulan, Phil balik ke Amerika dan mengajak teman-temannya menulis lagu dan akhirnya di tahun 1974, mereka menelurkan album pertama, Kansas. Sejak saat itu, nama White Clover berganti menjadi Kansas, seperti titel debut album, selain kebetulan hampir seluruh personel memang datang dari kota Kansas.

Dari debut album itu muncul single cukup cemerlang, 'Lonely Wind' yang berkarakter slow rock dan bernuansa religius pada syairnya. Album itu kemudian terjual sampai 100.000 copies, sebuah angka yang bisa dibilang cukup fantastis mengingat Kansas memainkan warna progresif rock yang belum begitu populer. Pada waktu itu belum begitu banyak grup band memainkan warna tersebut.

Dari album tersebut, corak utama musik mereka terlihat menonjolkan komposisi dengan notasi yang luas dan penggunaan chord yang banyak sehingga bernuansa klasik, sebagai ciri utama progresif rock, langsung kelihatan. Ditambah lagi dengan kekuatan harmoni pada setiap lagu dengan penonjolan lebih pada instrumentasi violin membuat mereka dalam waktu relatif singkat, mampu mengumpulkan banyak penggemar.

Cheyenne Anthem

Setahun kemudian mereka menghasilkan lagi Song For America yang bisa laku sampai 250.000 copies. Sejak album ini, nama Kansas mulai ramai diperbincangkan para penggemar dan kritikus musik Amerika. Banyak kritikus memuji kehebatan harmonisasi vokal dan alat musik, terutama violin, pada musik Kansas.

Menyusul selanjutnya album ketiga, Masque yang mengandalkan 'The Pinnacle', dan terhitung laris dengan mencapai angka 250.000 copies. Kemudian lahirlah album fenomenal, Leftoverture yang membuat nama Kansas menjadi lebih terkenal bahkan mampu mendunia. Dari album dahsyat ini, muncullah hits mereka seperti 'Cheyenne Anthem', 'Magnum Opus', 'Carry On Wayward Son', 'Miracles Out Nowhere'. Album gemilang ini menembus angka penjualan 3.000.000 copies, dan langsung saja mendapat ganjaran 3 platinum!

Setelah itu, mereka kembali mendulang sukses lewat Point of Know Return, pada album kelima. Dari album ini mereka menghasilkan tembang klasik yang disukai seluruh dunia, 'Dust in The Wind' selain 'Paradox', 'Portrait' dan 'Nobody's Home'. Kembali lagi mereka merebut 3 sertifikat platinum.

Setelah itu beberapa album mereka hasilkan lagi seperti Two For The Show (1978), Monolith (1979) lalu Audio Visions (1980) yang memiliki hits 'Hold On/No One Together'. Saat memasuki 1980, formasi Kansas mengalami kekisruhan yang berujung pada hengkangnya dua motor utama, Kelly Livgren dan Dave Hope. Persaingan ‘di bawah meja’ antara Kelly Livgren dan Steve Walsh untuk menjadi leader memicu perpecahan itu. Livgren lantas membuat solo album, Seeds Of Change yang kental dengan nuansa rohani. Sementara Walsh pun menghasilkan album solo, Schemer Dreamers dengan melibatkan gitaris Yes, Steve Hackett.

Setelah itu, publik menilai musik Kansas berubah dan cenderung lebih hard rock. Bisa dilihat dari Vinyl Confessions (1982) dimana posisi Walsh digantikan oleh John Elefante (1958) setelah masuknya kembali Livgren. Namun akibat mulai berubahnya musik Kansas,............§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 11/2000. PESAN