.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

KARNAVAL: DARI INDI KE MUSIK INDUSTRI

Selebriti, Newsmusik Edisi 10 / 2000Bens Leo

Mengawali kariernya dari band kampus, lantas berkarya dalam konsep indie, lantas ( lagi ) memasuki industri rekaman. Karnaval berdoa, semoga album perdananya laku kencang.

Dongeng Perjuangan

Cerita lahirnya Karnaval bak dongeng saja. Mereka manggung ke sana ke mari, membawakan 'lagu orang' - terjemahan untuk release song Barat seumpama dari lagu yang kordnya unik milik Cardigans, Cranberries atau kadang minjam karya The Cure, “Tapi kami tak puas, sebelum punya album sendiri, lagu ciptaan sendiri,” kata Keke, vokalis orang termungil dan penulis 90% lirik lagu Karnaval.

Maka, sejak awal 1998, Ibor dan Mercy membuka cakrawala bermusik Karnaval, “Lagu pertama kami lahir, judulnya Lagu Sendiri atau Pelangi. Lagu ini paling banyak kami bawakan di panggung, mendampingi Pergi ke Bulan, lagu lama ciptaan A. Riyanto yang kami aransemen ulang,” cerita Ibor. Surprise sering mendapat aplaus dalam pertunjukan band-band underground seputar Jakarta-Bandung, Karnaval melanjutkan pengembaraan berkaryanya, “Kami akui, kadang Karnaval masih terpengaruh dengan penampilan grup yang sering kami bawakan karyanya di panggung. Bahkan nama Karnaval pun kami ambil dari judul lagu Cardigans, Carnival. Tapi Karnaval tak pernah lelah buat mencari jati diri,” tambah Mercy, keyboardist yang suka acid jazz, R&B dan rock.

'Lagu Cinta' ( Agus / Keke ) misalnya, dibawakan dengan tarikan vokal yang enteng. Nomor ini ditaruh pada sisi A nomor satu, dan dijagokan untuk videoklip perdana, dengan lokasi syuting indoor dan outdoor. Sementara, aransemen baru untuk 'Pergi ke Bulan' (A. Riyanto), dibawakan dengan roots pop aslinya, sederhana, sesekali ada kocokan gitar reggae, dan keyboards / piano, disetel ala bunyi organ. “Lagu ini enak kami aransir dekat ke aslinya, karena style menyanyi Tante Tetty Kadi bagus sekali. Lagunya jadi centil. Kami memburu kaset Pergi ke Bulan hingga ke pasar loak,” kata Ibor. 

Falsetto, Genit               

Karnaval dibangun tahun 1997, awalnya memakai nama d'others. Dengan nama ini, mereka telah mengitari kampus dan panggung band indie / underground seputar Jabotabek  Bandung. Uniknya, mereka berasal dari satu kampus, Unika Atma Jaya. Kampus di kawasan Semanggi (Jakarta) tempat gugurnya sejumlah mahasiswa dan insan tak berdosa ini melahirkan inspirasi terciptanya lagu 'perjuangan', 'Heaven's Prayer'. Lagu berbasis rock ini seperti dipola Karnaval sebagai prosesi doa untuk mahasiswa reformis, “Lagu Karnaval memang lahir dari peristiwa lingkungan terdekat, termasuk tema cintanya,” kata Keke lagi.

‘Lagu Sendiri ( Pelangi )’ barangkali juga akan menjadi ciri Karnaval, terutama pada style bernyanyi Keke, yang banyak ambil falsetto, dengan memberikan aksentuasi kegenitan ekstra. Pola bernyanyi macam ini, sebenarnya ada pada kelompok-kelompok dengan tradisi bermusik rock alternative. Tapi, 'Lagu Sendiri' tampak ditata dalam warna jazzy. Mengingatkan kita pada /rif, saat mengemas lagu bossas pada album keduanya, 1999.     

Pada 'Teman Lama' (Keke) kental sekali warna rock 'n roll-nya. Satu jenis musik yang memang disukai Keke. Gadis mungil jelita ini (ehem), khabarnya menulis lagu hanya dengan pianika atau kadang ia juga nebelin penampilanya dengan harmonika, “Karena saya nggak bisa main piano atau instrumen lain, saya bikin lagunya hanya dengan pianika, selanjutnya, proses berkaryanya diteruskan teman-teman di studio,” jelas Keke.

Dengan cara macam itulah, proses kreatif Karnaval berjalan. Sepuluh lagu mereka rekam, dan Karnaval boleh bangga, karena jauh sebelum rekaman sebenarnya mereka telah merengkuh banyak fans. Fans Karnaval, fans Cardigans, Cranberries, barangkali juga Blur, The Cure atau entah band apa lagi kumpul di sini. Kini mereka tinggal menunggu gaung peredaran albumnya lewat Bravo Musik, label rekaman barunya.

Karnaval adalah: Yuska Roly Vonita ( Keke, lahir 11 Februari 1977, vokal / harmonika ), Mercy Nathalia Hutagaol ( 19 April 1978, keyboards ), Robi Tuah ( Ibor, 30 Januari 1977, gitar ), Agus Leonardi ( 23 Agustus 1976, drums ) dan Robertus Wahyu Dewanto ( Robby, additional bass ). Bassist 'asli' Karnaval saat ini sedang 'tugas' di Amerika. Karnaval live akan digelar di NewsCafe, Kemang 11 Agustus ini, di hadapan finalis Lomba Penulisan Chord dan Advertising Gathering gelaran NewsMusik.

Selamat berjuang, Karnaval!§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 10/2000. PESAN