|
|
|
|
|
|
KATON BAGASKARA: PUISI YANG BERNYANYISelebriti, Newsmusik Edisi 10 / 2000 – Gendra Martanegara & Nini Sunni Katon Bagaskara itu romantis. Karena itu ia pintar membuat puisi yang bernyanyi. Namun, meski sudah beristerikan Ira Wibowo, ia mengaku masih suka jalan sendirian. Untuk apa? Puisi
hanya bisa lahir dari sebuah jiwa penuh cinta.
Katon Bagaskara bisa masuk kategori penulis
puisi. Lagu-lagu yang
diciptakannya baik untuk kelompok KLa
Project maupun untuk album solonya, menyiratkan
tentang kemampuan Katon dalam memilih dan
menyusun kata demi kata menjadi bait-bait puisi.
Barisan kata yang merupakan ekspresi perasaaan Katon tadi tidak terlalu terdengar njlimet, janggal dan vulgar. Simaklah dalam lagu ‘Bila Kau Ada Waktu’, ‘Lara Hati’, ‘Kuajak Serta’, ‘Selembut Awan’, dan semua lagu termuat dalam album solo terbarunya, Damai & Cinta. Di situ Katon membuktikan kecerdasannya menulis puisi yang bernyanyi dalam balutan kata simpel dan mudah dicerna.Lebih 70% lirik KLa, adalah karya Katon. Jatuh
Cinta Semu
Untuk
bisa membuat puisi penuh nuansa cinta, Katon
mengaku memang harus dalam kondisi selalu jatuh
cinta. Apakah itu artinya Katon jatuh cinta pada
banyak wanita? Sudah tidak cintakah lagi ia pada
isterinya, Ira Wibowo. Eh, jangan berfikir
negatif dulu. Karena seperti pengakuannya, di
kantor NewsMusik, “Dalam menulis puisi, saya
selalu harus mengalami jatuh cinta semu. Artinya.
Saya akan senang sekali mendengar pengalaman
banyak orang tentang perasaan mereka terhadap
persoalan cinta. Kemudian baru saya bisa
memindahkannya ke dalam puisi saya, “ ungkap
ayah Chika
dan Radya itu lagi. Dalam album baru ini, Katon
bukan hanya habis-habisan mengurai lagu cinta
yang biasa dialami pria-wanita, tapi ia juga
menyisipkan lagu cinta untuk anak balitanya,
Radya. “Saya ingin meninggalkan sesuatu, kaya,
semacam warisan buat anak saya. Dan warisan itu
dalam bentuk lagu,” ungkapnya.
Katon berharap, kelak jika Radya berusia
remaja dan mendengar kembali lagu tersebut, maka
ia akan tahu
harapan dan doa Katon sebagai seorang
ayah. “Itu akan menjadi kenangan manis,
sesuatu yang romantis bagi Radya. Kalau saya
menciptakan lagu untuknya setelah dia besar,
mungkin tidak
akan terasa terlalu romantik, tidak terlalu
mengharukan lagi. Aku sendiri ingin sekali
dibuatkan lagu, jika orangtuaku bisa mencipta
lagu,” ujarnya lagi. Bertahan
Di ‘Pasar Sesak’
Dalam usia kepala tiga, di tengah kondisi pasar musik Indonesia yang ramai diisi muka dan usia baru, dengan nuansa musik lebih fresh pula, Katon mencoba bertahan. “Sampai hari ini, penjualan album baru saya cukup bagus. Cuma memang saingannya cukup berat. Ada Dewa dan Padi,” kata Katon. “Tapi sejauh ini saya senang dengan album ini. Karena saya membuat album ini sangat kompromi banget dengan trend yang ada,” ia menambahkan. Katon mengaku sebagai musisi, ia tentu harus bisa selalu up to date. “Jadi, jangan terlalu idealis yang bagaimana gitu…§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 10/2000. PESAN |
|