.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

NERI PER CASO: KEREN JAGO BER - A CAPELLA

Selebriti, Newsmusik Edisi 10 / 2000Andree & Santi

Enam bule Italia ini kompak dalam bercuap-cuap. Mereka ngetop karena sering bernyanyi tanpa diiringi instrumen musik atau lebih ngetop dengan  istilah a cappella. Ini merupakan tradisi olah vokal yang 'njelimet' dengan teknik bernyanyi yang tinggi tingkat kesulitannya.

Mimi (27/07/1969), Gonzalo (16/02/1974), Diego (26/10/1972), Mario (11/08/1969), Massimo (27/ 05/1973) dan Ciro (15/02/1971) adalah punggawa yang komit mengibarkan bendera grup bernama Neri Per Caso. Dibangun pada 1990-an. Ceritanya berawal dari sekumpulan anak muda yang gemar bernyanyi di daerah Salerno, Italia. Sebuah kota kecil dengan jumlah penduduk sekitar 250.000 jiwa. Nama Neri Per Caso itu sendiri memiliki arti black by chain. Diambil sebagai nama kelompok mereka, karena kebetulan para lelaki itu menyukai fashion hitam-hitam. Apalagi musik yang dimainkan memang asalnya milik kaum negro. “Kebetulan kami menyukai fashion yang berwarna hitam-hitam, dan oleh produser rekaman hal ini malah ia jadikan sebuah nama buat kami, ha… ha...,” seloroh Diego.

Kumpul-kumpul mereka akhirnya membuahkan komitmen untuk bernyanyi bersama dalam satu grup. Sejalan dengan waktu, mereka mulai berlatih serius dan intensif. Buntutnya memang berhasil. Pasalnya, kelompok ini kontan ngetop di beberapa cafe lokal, karena sering beratraksi dengan keahlian mereka yang tergolong unik. "Dulu kami sering mengisi beberapa café di daerah kami," ujar Mimi, salah satu personil yang berkepala plontos itu.

Selang beberapa tahun kemudian, demo kaset mereka terlirik oleh EMI. Kelanjutannya, mereka asli rekaman memakai pita 2 inch dan kaset serta cd-nya beredar di seluruh jagad, termasuk Indonesia. Penggemar sebuah grup legendaris The Beatles ini namanya lantas saja membumbung saat album perdana mereka, Le Ragazze (1995), menggebrak blantika musik dunia. Judul album mereka itupun diambil dari hits mereka yang rada-rada nge-reggae, tapi tetaplah ber-a cappella ria. Bayangkan, mereka merilis album yang sama sekali tidak menggunakan iringan musik, tapi jika kita simak dalam klip mereka di lagu 'Sentimento Pentimenzo', bagai sebuah orkestra saja rasanya.

Sukses album pertama mereka lagi-lagi terulang saat rilisan kedua muncul dengan titel Strumenti (1996).  Lagu hits mereka 'Mai Piu Sola' mendunia sekali, terlebih di Colombia, laris 20.000 keping! Dan tak hanya ‘Strumenti’ saja yang bergetar, lantaran And So This Is Christmas juga dirilis di akhir 1996. Tembang 'Quando' adalah hits dari album ketiga mereka yang juga di video klipkan.

Tahun 1997 akhir, mereka kembali membuktikan produktivitas karya mereka lewat album anyarnya yang ke empat. 'Quello Che Voi' jadi tembang andalan mereka di album yang diambil dari gelar nama kelompok mereka sendiri, Neri Per Caso. Hasilnya, wah, meledak lagi! 

Album Anyar : Angelo Blu

Kesuksesan Neri Per Caso tak hanya terhenti sampai di situ saja. Karena sekarang mereka kembali hadir untuk menyapa para penggemarnya lewat album gres bertajuk Angelo Blu, yang diproduseri oleh Pietro dan Paolo Micioni. Hits mereka diambil dari sebuah tembang lawas milik Tavares, berjudul 'Heaven Must Be Missing An Angel'. Namun, kali ini mereka mengemasnya dalam bahasa Italia, menjadi 'Sara'.

Di Indonesia, lagu-lagu Neri Per Caso cukup mendapat sambutan. Terbukti, saat mereka membawakan lagu-lagu tersebut di Hard Rock Café, penonton yang padat dengan riang ikut bernyanyi. Seperti juga lagu-lagu yang tercipta sebelumnya, kali ini mereka menyuguhkan konsep musik bertema cinta. Konon, jenis lagu yang bertemakan cinta menjadi ciri khas Neri Per Caso. "Kebanyakan lagu-lagu kami bertema cinta. Tema macam ini terdengar universal," ujar Mario seraya menghembuskan kepulan asap rokok.

Uniknya, kali ini mereka mulai memakai musik iringan. "Kami ingin tampil berbeda dengan album-album sebelumnya. Makanya kami coba berkolaborasi dengan musisi lain dan memakai instrumen musik," jelas Gonzalo dalam bahasa Inggris yang agak terbata-bata, pada wartawan NewsMusik. Okay funky people, kita tunggu saja tayangan klip mereka di teve kita.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 10/2000. PESAN