|
|
|
|
|
|
Orgy: Metal, Modern, ModisSelebriti, Newsmusik Edisi 04 / 2001 – Andree Soeprodjo Heavy Metal tanpa gondrong, tato dan muka sangar, apa jadinya? Kalau modis bagaimana? Yang penting musiknya tetap kencang punya. Inilah rocker paling manis itu. Dandanan
aneh bukan berarti kelihatan 'gokil'. Apa lagi
dalam hal musik keras! Seperti juga yang ada
pada kelompok beranggotakan Jay Gordon (Vokal),
Ryan Shuck (Gitar), Paige Haley
(Bas), Bobby Hewitt (Drum), dan Amir
Derakh (Gitar/Synthe), yang mengusung nama
“Orgy” sebagai trademark band mereka. Kelompok yang terbit di akhir tahun 97 ini, nggak disangka juga mendapat support dari kelompok kondang Hip Metal “KoRn”. Mereka jugalah yang membawa Orgy menandatangani kontrak dengan Elementree Records---perusahaan rekaman dan distributor yang menangani grup anyar ini---. Vokalis KoRn, Jonathan Davis pun berkomentar, “Ini adalah konsep yang baru dan fresh. Mereka fashionable dan memiliki musik heavy. Saya optimis, banyak fans kami yang juga akan menyukai mereka”. Istilah aji mumpung pun bukan jadi cerita terbentuknya kelompok yang bakal meroket ini. Mereka benar-benar membentuk imej sendiri di kancah musik rock. “Saya dan Ryan yang mengkonsep Orgy. Itupun hanya berlangsung 6 bulan sebelum akhirnya kami menandatangani kontrak. Yah, kami memulainya dari garasi. Dan Anda tahu sendiri, kami pernah melakukan tur bersama KoRn,” papar Jay, vokalis. Debut album mereka Candyass (1998), memang menjadi fenomena di komunitas rock Amerika. “Musik kami terdengar seperti jenis death pop,” jelas Paige, bassist. Makanya tak heran, nama Orgy sontak mendapat banyak tempat di hati para pencinta musik gitar berdistorsi ini. Apalagi debut mereka, sempat menyabet multi platinum atas angka penjualan diatas dua juta copies. Fantastis! Nah, sukses album pertama, kembali menggugah para instrumentalis rock ini untuk menggenjot album kedua ke pasar. Buntutnya, album bertajuk Vapor Transmission lagi-lagi mengguncang tahun 2000. Launching album ini pun, bisa dibilang gila-gilaan. Pasalnya, El Capitan Entertainment Centre jadi tempat pesta rilis Vapor Transmission. Setiap orang bisa datang di acara ini. Bahkan Fred Durst (Limp Bizkit) hingga penyanyi era 70-an, Rod Stewart, datang kasih 'tabe' untuk album kedua Orgy. Serunya lagi, Orgy tampil membawakan lagu-lagu mereka dihadapan para tamu, yang tidak menyangka sama sekali. Karuan saja ruang utama El Capitan Entertainment Centre menjadi hingar bingar karenanya. Tapi sebetulnya, apa yang ditampilkan Orgy bukanlah barang baru banget, terutama untuk kancah musik keras dunia. Yok, bolak balik album lama. Jangan jauh-jauhlah, tengok yang era 80-an saja. Saat itu, selain nuansa heavy metal lengkap berpaku- paku, asesoris serba metal plus tato, seperti Iron Maiden atau Judas Priest, Motley Crue misalnya. Masih ada juga kelompok musik keras lain yang rada modis, Poison atau Ratt, juga Van Halen. Termasuk didalamnya adalah Bon Jovi atau pendahulunya, Queen. Pada era itu, dikenal apa yang disebut glamourous rock atau disingkat glam-rock. Mungkin tidak kelewat heavy metal, atau terlalu memekakkan musiknya, tapi kesan keras tetap saja terasa benar! Bolehlah dibilang Orgy sebagai pengikut aliran itu. Walau soal musiknya, boleh jadi mereka punya intensitas rada kerasan 'dikit! Atau lebih tepat disebut, Orgy itu adalah mixing antara Iron Maiden dengan Duran Duran, Flock of Seagull, Human Nature, Tears for Fears dan sebangsanya! Musiknya heavy metal ala Iron Maiden, dandanannya ala para rombongan new wave Inggris era 80-an itu. Setuju nggak? Siasat jitu Orgy terbukti mujarab juga. Mereka langsung melesat tinggi kan? Salah satu di antaranya, adalah kesempatan melanglang buana. Sejak Februari kemarin di Amerika, misalnya, mereka menjalani tour bersama Papa Roach dalam The Raid Of The Nation. Sayangnya mereka terpaksa berhenti di tengah jalan, gara-gara gitaris Amir Derakh menderita mononucleosis yang berat. Tapi mereka berjanji akan meneruskan lagi nanti. Akhirnya, heavy metal millenium baru dengan Orgy di dalamnya, jadi tambah warna warni. Colorful heavy metal dong? Terserahlah.§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 04/2001. PESAN
|
|