.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

Orrie: Sketsa Sosial pada Lirik

Selebriti, Newsmusik Edisi 11 / 2000 Nini, Desi & Bens Leo

Kerinduan pada lahirnya lagu-lagu sketsa sosial baru, setelah era Iwan Fals, Ebiet G. Ade atau Franky Sahilatua, kini datang. Orrie mengisi kekosongan sebagai ballad rocker muda. Mencipta lagu dan nyanyi sendiri.

Sketsa Sosial

Datang dengan atribut musikus alternatif, bertopi 'bayi', pakai tindik di bawah bibirnya, dan bicara ceplas-ceplos, inilah ciri anak muda bernama Orrie. Dalam audisi lagu baru dan album baru di Musica ada 'sesuatu yang dahsyat' tersimpan di album Orrie: Musikalitas, gape menulis lirik sketsa sosial, bakat sebagai vokalis. Sesuatu yang terasa langka di jaman trend band macam sekarang, “Meski awalnya saya dulu punya band. Ngeband sebagai anak gaul, dengan nama nama 4 Anak Gaul dan Cats Rock. Itu jaman saya SMP dulu. Waktu itu saya mainin lagunya siapa aja, yang basic-nya rock. Bisa lagunya Nirvana, Marylin Manson, atau saya demen sama karya Kurt Cobain. Jaman itu kan jamannya anak muda main musik dari niru.” kata Orrie.
Tapi, teman-temannya jadi 'bete' menghadapi perilaku Orrie sebagai vokalis, ini gara-gara Orrie selalu nggak hafal lirik, terutama jika ia harus konsentrasi mengaduk emosi audiens pertunjukan musiknya, “Akibatnya, saya juga agak bosen bawain lagu orang. Dari situ saya kepikir, kenapa nggak nulis lagu sendiri, bawain sendiri. Barangkali penjiwaannya bisa lebih pas, ngapalinnya juga lebih enak. Saya sendiri memang suka bikin puisi atau apalah namanya, agak ke prosa lantaran panjang gitu, yang isinya sketsa sosial. Bentuk-bentuk puisi macam inilah yang bisa dimusikalisasi, dinyanyiin dengan iringan gitar. Seperti yang pernah saya lakukan untuk menyambut perpisahan kepala sekolah saya di SMA 3,” kata Orrie.

SMA 3 Setiabudi ini sejak tahun 70-an banyak melahirkan musisi dan selebriti sinema, antara lain Fariz RM, Deddy Dhukun, James Sundah, Adjie Soetama, Addie MS, Ikang Fawzi, sampai Novia Kolopaking dan Sophia Latjuba. Dari generasi rock, ada gitaris Wowo, anak almarhum S. Bagio. Orrie termasuk generasi terbaru, barangkali yang tersableng. Sebab, 'aliran' musiknya termasuk aliran berontak. Melodi lagunya berbasis ballad rock, sementara liriknya banyak protes sosial. “Saya nggak tahu, jenis musik yang saya mainin apa. Sebutan untuk hard core, metal, industrial, alternative itu kan datang dari pengamat musik. Musisinya cuma mainin aja,” kata Orrie cuek.

Tentang konsep menulis lagunya, Orrie bercerita, semuanya bisa terjadi secara spontan, misalnya tatkala ia melihat ada mobil built-up berseliweran di Jakarta, sementara di sekitarnya masih banyak pengemis dan pengamen yang tak bisa sekolah, “Orang bilang lirik macam ini sketsa sosial. Saya membungkusnya dengan melodi yang cocok, entah apa namanya. Mungkin rock, alternative, balada atau apa aja,” katanya.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 11/2000. PESAN