|
|
|
|
|
|
Orrie: Sketsa Sosial pada LirikSelebriti, Newsmusik Edisi 11 / 2000 – Nini, Desi & Bens Leo Kerinduan pada lahirnya lagu-lagu sketsa sosial baru, setelah era Iwan Fals, Ebiet G. Ade atau Franky Sahilatua, kini datang. Orrie mengisi kekosongan sebagai ballad rocker muda. Mencipta lagu dan nyanyi sendiri. Sketsa Sosial Datang
dengan atribut musikus alternatif, bertopi 'bayi',
pakai tindik di bawah bibirnya, dan bicara
ceplas-ceplos, inilah ciri anak muda bernama
Orrie. Dalam audisi lagu baru dan album baru di
Musica ada 'sesuatu yang dahsyat' tersimpan di
album Orrie: Musikalitas, gape menulis lirik
sketsa sosial, bakat sebagai vokalis. Sesuatu
yang terasa langka di jaman trend band macam
sekarang, “Meski awalnya saya dulu punya band.
Ngeband sebagai anak gaul, dengan nama nama 4
Anak Gaul dan Cats Rock. Itu jaman saya SMP dulu.
Waktu itu saya mainin lagunya siapa aja, yang
basic-nya rock. Bisa lagunya Nirvana, Marylin
Manson, atau saya demen sama karya Kurt Cobain.
Jaman itu kan jamannya anak muda main musik dari
niru.” kata Orrie. SMA 3 Setiabudi ini sejak tahun 70-an banyak melahirkan musisi dan selebriti sinema, antara lain Fariz RM, Deddy Dhukun, James Sundah, Adjie Soetama, Addie MS, Ikang Fawzi, sampai Novia Kolopaking dan Sophia Latjuba. Dari generasi rock, ada gitaris Wowo, anak almarhum S. Bagio. Orrie termasuk generasi terbaru, barangkali yang tersableng. Sebab, 'aliran' musiknya termasuk aliran berontak. Melodi lagunya berbasis ballad rock, sementara liriknya banyak protes sosial. “Saya nggak tahu, jenis musik yang saya mainin apa. Sebutan untuk hard core, metal, industrial, alternative itu kan datang dari pengamat musik. Musisinya cuma mainin aja,” kata Orrie cuek. Tentang konsep menulis lagunya, Orrie bercerita, semuanya bisa terjadi secara spontan, misalnya tatkala ia melihat ada mobil built-up berseliweran di Jakarta, sementara di sekitarnya masih banyak pengemis dan pengamen yang tak bisa sekolah, “Orang bilang lirik macam ini sketsa sosial. Saya membungkusnya dengan melodi yang cocok, entah apa namanya. Mungkin rock, alternative, balada atau apa aja,” katanya.§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 11/2000. PESAN
|
|