.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

Oscar de la Hoya: 200 kali menang tinju, kini menyanyi

Selebriti, Newsmusik Edisi 13 / 2000 Bens Leo

 

Enak benar jadi orang tenar. Jika punya sedikit talenta di bidang lain, mudah dimasukinya. Oscar De La Hoya yang juara bertahan tinju itu, kini melepas album rekaman. Mampukah setenar penampilannya di atas ring boxing?

Bujukan Rudy Perez

Rudy Perez, peraih Grammy Award untuk 'produser terbaik yang pernah kerjasama dengan Christina Aguilera dan Marc Anthony yang menemukan talenta bernyanyi De La Hoya, “Sungguh, ini bukan penyanyi karbitan. Tak ada salahnya olahragawan yang bisa menyanyi menjadi vokalis dan recording artist beneran, “ kata Perez dalam nada sungguh-sungguh.
Orang memang boleh curiga dengan prinsip aji mumpung yang sebelum ini banyak terjadi di dunia showbiz, meski hal itu jarang terjadi di Eropa atau kiblat musik dunia Amerika. De La Hoya sendiri tak memasalahkan kecurigaan minor itu. “Buat saya, dirilisnya album ini merupakan refleksi dari multi-kultural background hidup saya,“ kata petinju kelas welter itu.“Karena orang tua saya memang berdarah Mexico, pantas rasanya kalau toh saya terjun ke dunia musik, saya membawakan lagu-lagu dalam Latin roots dan mengembalikan ke citra saya sebagai orang showbiz berdarah Mexico, “ ujar De La Hoya.

Bagi Rudy Perez, menghadirkan De La Hoya di panggung musik bukannya tak ada risiko, “Tapi saya telah meminimalisir risiko itu, dengan memilih pendukung yang terbaik buat De La Hoya. Antara lain lewat hits maker Diane Warren, lagu lagu The Bee Gees dan sejumlah nomor lainnya yang punya pop touch bagus. Hoya lantas ingat, sekitar setahun lalu ia 'dipaksa' menyanyi di panggung dalam sebuah acara Hispanic TV bertajuk Christina, “Saya membawakan lagu klasik ballad berjudul Amor De Los Dos, orang ngasih aplaus. Setelah itu dalam sebuah acara lain saya diajak nyanyi lagi, semacam audisi diam-diam dari EMI Latin. Lalu, saya disodiri kontrak rekaman oleh EMI. Ini semua gara-gara Perez. Saya harus terima kasih padanya, orang yang menemukan talenta Christina Aguilera,“ tambah De La Hoya dalam nada memuji.

Boleh diingat, Christina Aguilera adalah peraih Grammy Award 'Pendatang baru terbaik' tahun ini. Gadis itu menghempaskan ambisi Britney Spears yang selama ini menjadi jagoannya para kritisi.

Teks Spanyol & Inggris

Pengalaman menunjukkan, rekaman dengan target edar Internasional yang hanya memasang teks bahasa non-Inggris akan lumpuh di pasar. Hal itu terbukti pada album Gloria Estefan, Julio Iglesias, Ricky Martin sampai Lara Fabian. Perez sebagai produser, tak mau berjudi macam itu. Ia memang masih melihat roots Latin yang paling pas buat De La Hoya, karena itulah dimasukkan 10 lagu berbahasa Spanyol, tapi 3 lagu lainnya berteks Inggris, “Banyaknya lagu berbahasa Spanyol sengaja kami buat, karena De La Hoya memang punya jutaan penggemar di Amerika Latin. Lagu teks Inggrisnya merupakan upaya kami menembus International market,“ alasan Perez.

Dalam album ini, dapat didengar lagu Bee Gees 'Run To Me' yang ditampilkan dalam bahasa Spanyol menjadi 'Ven A Mi'. Warren memberikan lagu hitnya, 'With The Hands'. Lalu, beberapa nomor lagu lainnya mengambil corak musik upbeat dance dan ballad serta 'warna' bolero yang ngedance, seperti pada lagu 'Estar Sin T', 'Ti Amo', 'Nunca Imagin' dan 'Mi Amor'. Lagu yang disebut terakhir pernah dimainkan oleh Santana, mega gitaris yang kembali berjaya pada Latin Grammy Award 2000.

Di Indonesia, album Oscar De La Hoya siap edar pada pertengahan Oktober 2000, juga lewat EMI, sedang di Amerika dan Eropa, single 'Ven A Mi' dijajal di radio berbahasa Latin / Spanyol mulai tanggal 4 September sedang peredaran album penuhnya dilakukan tanggal 10 Oktober ini.

Keluarga 'Seniman’

Oscar De La Hoya ( 27 ) adalah juara bertahan tinju dunia kelas welter sepanjang 5 tahun berturut-turut. Di atas ring tinju, tampangnya yang klimis dan ganteng, serta teknik bertinjunya yang 'berseni', menjadikan De La Hoya cepat terkerek naik dalam deret selebriti baru. Kebetulan Tuhan memberi talenta lain, menyanyi, maka beruntunglah Parez dan EMI Latin, yang berhasil menangkap peluang bagus ini. Bisa dibayangkan jika suatu kali promo album ini dipadukan dengan ring boxing, seperti apa yang pernah dilakukan Guruh Soekarno yang menampilkan tari dan musiknya dalam pertandingan tinju Internasional di Jakarta, maka pada saat itu sensasi baru pasti akan tercipta.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 13/2000. PESAN