.:: Selebriti NewsMusik ::.

 

 

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

PADI: DARI BAND KAMPUS KE TANGGA SELEBRITIS

Selebriti, Newsmusik Edisi 10 / 2000Hakim Moesthaff

Lagi, band Surabaya unjuk gigi. Namanya unik, singkat tapi penuh makna. Dialah Padi. Ini adalah filosofi : ‘kian berisi, kian merunduk’. Album perdananya - Lain Dunia - cepat merebut sertifikat Double Platinum. Jadwal turnya sudah lebih dari seratus kali. Wah!

Meski keluar pertama kali hanya dengan melempar single bertajuk 'Sobat' dan hanya bagian dari album kompilasi Indie 10, rupanya Padi langsung menuai keberuntungan. Tembang itu langsung jadi hit di tangga lagu-lagu Indonesia, baik lewat tv maupun radio. Di bawah bendera label internasional, Sony Music, Padi pun langsung diboyong lagi untuk rekaman album penuh. Jadilah album Lain Dunia, yang sampai kini menurut Fadly laku terjual 350 ribu copies. Hebat bukan?

Padi dibangun di Surabaya pada 8 April 1997. Bermula dari pertemuan Ari Tri Susianto dengan Andi Fadly Arifuddin yang satu jurusan di Ekonomi Pembangunan, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Ari kemudian merekrut bassist Rindra. Hasilnya, trio pemuda itu membentuk band bernama Warna. Nggak lama kemudian, Ari keluar, langsung ketemu gitaris Satrio Yudi Wahono alias Piyu di Jakarta.

Dari sini mereka punya komitmen bikin band untuk rekaman. ''Dia (Piyu) sudah serius untuk bikin band rekaman dan waktu itu nggak ketemu orang di Surabaya, ya sudah ke Jakarta aja deh. Ternyata, di Jakarta juga gagal, terus pulang lagi aku ketemu sama Rindra. Kebetulan kok cocok, ya sudah gabung lagi. Padahal Fadly sendiri juga sudah punya band kafe, namanya Mr Q,'' cerita Ari pada NewsMusik di  Hotel Puri Gardenia Bandung. Tekad sudah bulat, akhirnya mereka mencari drummer. Ketemulah  Surendro Prasetio alias Yoyo.

Akhirnya mereka berempat - Ari, Piyu, Rindra dan Fadly - sepakat bikin band. Nggak langsung pakai nama Padi tapi Soda. Dari sini mereka merancang konsep, mempersiapkan materi, mulai dari materi lagu, lirik hingga aransemen musiknya, bahkan sempat jadi demo. ''Jadi kita ketemu dan sudah bikin lagu dan demo juga. Terus dari Jakarta waktu itu Lilo (personel Kla Project) yang menawarkan, ya sudah bawa sini saja demonya, terus namanya apa, ya sudah kita asal-asalan aja, akhirnya ya pakai nama Soda itu,'' kisah Ari.

Nah, barulah setelah ketemu Surendro Prasetio alis Yoyo', mantan drumer band Andromeda yang juga sekampus di Unair, tercetuslah nama Padi. Jadi, boleh dibilang, pilihan nama Padi bermula dari gagasan Yoyo'. Penentuan nama itu sendiri sebetulnya berlangsung simpel saja. ''Ada filosofinya, biar orang bisa ingat, kan setiap hari orang makan nasi, kalau kelaparan kan orang pasti akan ingat padi,'' alasan Yoyo'.

Ari pun membenarkan bahwa yang mengusulkan nama Padi adalah drummer andal itu. ''Memang yang kasih nama Padi itu Yoyo', ''aku pria kelahiran 25 September 1975 yang sampai kini masih kuliah di Unair. Tapi, Ari sendiri sebetulnya sempat menganggap nama itu aneh. ''Pertama dengarnya aneh, tapi lama-lama asyik juga, namanya Indonesia, sudah gitu gampang diinget dan simpel. Ya sudah ngomong sama anak-anak akhirnya setuju kalau pakai nama Padi. Kita juga ambil filosofinya, semakin berisi semakin merunduk, kepinginnya sih kita seperti itu.§

Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 10/2000. PESAN