|
|
||
|
|
||
Pantera: Kata Kuncinya adalah "Loud"Selebriti, Newsmusik Edisi 13 / 2000 – Santi
Phil Anselmo (vokal), Dimebag Darrell (gitar), Vinnie Paul (drum) dan Rex Brown (bas) adalah orang-orang di balik nama besar Pantera. Pengusung garis keras power metal ini berdiri tahun 1981 di Texas. Album debutnya, Cowboys From Hell (1990) dipandang memberi nuansa baru dalam kancah metal dunia. Dikatakan pula sebelum era hip metal berjaya, mereka justru sudah mengkreasikan sound tersebut. Album ini sempat beredar di Indonesia pun sempat pula diburu anak muda penggemar metal Jakarta. Tak ayal lewat album ini nama Pantera mulai menanjak. Sukses Cowboys From Hell memperlihatkan sosok Phil Anselmo yang berkembang menjadi sosok visual dengan ide-ide kreatif. Kecakapannya menulis lagu mendapat pengakuan dari berbagai kalangan. Dua tahun kemudian grup ini meluncurkan album bertitel Vulgar Display of Power. Ada nuansa klasik dalam album kedua ini. Sayangnya, daya kreativitas penulisan Phil dicap menurun. Lantaran aransemennya dijuluki seperti mematahkan tulang'. Namun fakta mendadak berbalik mengejutkan. Di tengah kritik pedas tersebut grup kembali dipuja. Apa sebab? Albumnya yang diluncurkan pada tahun 1994, Far Beyond Driven langsung meroket ke posisi 1 chart Billboard, Amerika dan Inggris. Pengakuan dunia akan musikalitas mereka pun sukses direbut kembali. Keempat personelnya yang kompak memelihara brewok dan bertu- buh besar tambun bolehlah berbangga hati. Apalagi setelah dianugerahi platinum. ''Itu sudah cukup bagi saya,'' komentar Vinnie singkat. Grup yang mendapat inspirasi style musik dari kelompok Kiss, Aerosmith dan Deep Purple ini, sukses mengembangkan musikalitas mereka. Dengan mencampur warna grunge, alternative, hip-hop, rap metal dan kebingaran techno, jadilah musik hingar bingar yang liar. ''Makin liar makin seru plus makin asyik,'' kata mereka. Sound trash metal yang brutal malah dijadikan sound identitas grup. ''Kata kuncinya adalah loud,'' terang Phil. Dan ini dibuktikan lewat album berikutnya, The Great Southern Trendkill (1996) dan Official Live: 101 Proof (1997). Album yang disebut terakhir terjual mencapai predikat gold. Sementara empat album terdahulunya meraih penjualan level platinum. Tiga video musiknya antara lain, Cowboys From Hell, Vulgar Video dan 3-Watch It Go dianugerahi gold. Tak ayal lagi Pantera semakin kokoh melangkah di jagad metal dunia. Sejak muncul sebagai fenomena Texas berkat hit Cowboys From Hell, Pantera kini mensejajarkan diri dengan grup legendaris dunia lainnya. Yang salah satunya adalah idolanya sendiri, Black Sabbath. Serasa mimpi, dech. Penjualan kelima album ini telah mendekati angka hampir delapan juta copies di seluruh dunia. Hebatnya lagi angka penjualan setinggi ini dicapai tan- pa promosi lewat radio maupun MTV. Dan Pantera merupakan salah satu grup dunia yang sukses ngetop tanpa dukungan dan peran media tersebut. Era Metal Baru Dan pertengahan tahun ini mereka balik lagi ke pentas metal dunia. Dengan meluncurkan CD bertitel Reinventing The Steel. Apa sih makna album ini bagi mereka? ''Album ini merupakan fajar baru era metal baru,'' terang Phil, yang kedua tangannya dipenuhi tattoo. Tidak hanya itu, diluncurkannya album ini juga merupakan sebuah kebutuhan tetap untuk terus meningkatkan musikalitas grup. ''Album ini punya banyak arti dan banyak cara berbeda untuk menilainya. Bagi kami seperti pengenalan kembali hard rock yang biasa dikenal orang awam. Kami tidak menggunakan komputer, tape loops bahkan synthesizer. Ada 10 lagu keras dan tak satu pun balada,'' terang Phil. ''Lagu-lagunya diciptakan dengan ekspresi sebuah warna metal yang fans kami belum pernah kenal sebelumnya,'' terang Vinnie. "Penggarapan album ini memakan waktu cukup lama ketimbang album-album sebelumnya," ujar Vinnie. Vinnie dan Dimebag Darrel turut terlibat sebagai sole producers dalam album yang dikerjakan di studio milik grup di Texas. Musiknya digarap penuh kedalaman dan intensitas, yang mempertahankan reputasi Pantera sebagai pengusung metal modern. ''Kami hanya ingin menciptakan sebuah album yang keras dan liar dengan ciri musik hingar bingar. Itulah sound identitas kami,'' tutur Vinnie yang punya nama asli Vince Abbott. ''Kami bukan sebuah grup yang suka menggunakan sound yang sama hanya untuk mengejar nilai dolar semata. Penggemar kami adalah orang-orang yang mampu mencium musik rongsokan macam itu meskipun bermil-mil jauhnya,'' lanjutnya lagi antusias. ''Mereka tidak pernah.......§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 13/2000. PESAN
|
||