|
|
||
|
|
||
Powerman: Metal FuturistikSelebriti, Newsmusik Edisi 13 / 2000 – Santi Dian & Gideon Momongan
Lagi, sebuah grup keras
muncul. Keras banget, dan cukup nyentrik. Bukan
bertopeng, tapi kostumnya itu lho. Keren abis lantaran “berbau” para
antariksa-wan. Kostum ini dibentuk dari kulit imitasi
(setengah plastik), dalam warna dominan hitam. Prinsip penampilan mereka
adalah, loud, colorful dan crazy abis! Cuma, keras boleh
keras, tapi mereka memastikan, tidak brutal! Seperti apa sih musik mereka yang futuristik ini? Bayangin, musiknya pop-rock-alternatifnya Devo, A Flock of Seagulls dan The Cars. Eh, ketiganya ini kelompok musik new wave era 80-an. Nah, selanjutnya bahan-bahan dasar tadi dicampur aduk lagi dengan musik-musik jaman sekarang. Ya metal, rap, funk, hip hop sampai electronica! Inilah rasa andalan kelompok baru dan nyeleneh ini! Karakter Komik Jepang Okay deh. Tapi siapa sebetulnya mereka. Powerman 5000 K. Jangan kaget mendengar namanya yang rada-rada comical. Soalnya, Mike Cunningham, sang pendiri, memang comic-mania berat! Bacaannya komik science-fiction. Dan nama grup ini didapat Mike dari karakter komik Jepang berupa robot pahlawan. Sampai-sampai demi terkesan lebih surealistik, futuristic dan comical, Mike ganti nama jadi Spider One. Dan keempat teman-temannya pun nggak mau kalah, ikut-ikutan bernama komik, plus tambahan angka di belakangnya. Spider, bercita-cita menjadi penyelamat dunia. Seperti Flash Gordon! Alamak. Berperang melawan monsters, aliens dan sebangsanya, dan selalu pasti menang! “Yah seandainya cita-cita tersebut nggak kesampaian, cukuplah memberi hiburan lewat nyanyian saja,” katanya enteng. “Saya juga melamunkan menjadi laki-laki yang selalu didambakan oleh setiap gadis karena selalu memenangkan pertempuran. Pokoknya, selalu yang terbaik. Nggak kepengen cuma hidup begini-begini aja,” tambahnya lagi. Spider menjelaskan, ia suka komik klasik terbitan tahun 40-an sampai 50-an dan terkagum-kagum dengan cerita khayalan yang orientasinya futuristik! Itulah yang menghibur, lanjutnya. “Segala sesuatu dijabarkan begitu bersih. Dan pandangan mereka tentang masa depan juga sangat positif. Coba deh bandingkan dengan tokoh khayalan jaman sekarang. Bladerunner, misalnya. Digambarkan tidak wajar dan jauh dari kesan humanis. Para pengarang komik tersebut terkesan yakin bahwa teknologi merupakan jawaban atas segala sesuatu. Mereka menciptakan desain kostum ruang angkasa yang digambarkan sangat futuristik. Bahkan bisa menciptakan imajinasi tentang pistol laser! Luar biasa. Pada jaman itu punya imajinasi tak terbatas. That's entertainment,” terang Spider panjang lebar. Sadar bahwa itu semua khayalan belaka, Spider pun mengubah falsafah hidupnya. “Cita-cita saya dan grup sekarang bukan lagi untuk memecahkan masalah dunia. Tapi menyanyi untuk menghibur penggemar, dan itulah yang sekarang tengah kami lakukan dengan suka cita,” ujar cowok yang mengaku sangat anti terhadap senjata api dan penggemar berat Black Sabbath. Ekspresi Kemarahan Jiwa PM5K, grup ini sering disingkat
begitu namanya, isinya selain Spider yang menjadi vokalis. Ada Adam 12
(gitar), M.33 (gitar), Dorian 27 (bass) dan Al 3 (drums). Grup ini berdiri atas
prakarsa Spider dan Al 3, tepatnya di Boston, tahun 1990. Mereka kerap
melakukan show di berbagai tempat. Baru pada Oktober
1994, meluncurlah EP mereka bertitel, True
Force. Album debut ini cuma berbiaya produksi $ 600 saja. Nyatanya, album
mini ini lumayan lancar pemasarannya. Album beneran, baru dirilis setahun kemudian. Judulnya, The Blood Splat Rating System. Isinya seolah seperti ekspresi kemarahan seseorang yang jiwanya tertekan dan gila. Dan album mereka ini sukses meraih penghargaan Best Metal Album, Best Rap Album dan Best Album of The Year versi The Boston Phoenix Readers Poll. Selain itu album ini juga terbilang berbunyi di pasar, sampai publik menjuluki musiknya sebagai new hardcore. “Dan wah, penggemar kami hafal betul setiap kata dan not lagu kami. Itu luar biasa!” ujar Dorian, sang pencabik bass. Dua tahun kemudian album berjudul comical banget, Mega!! Kung Fu Radio diluncurkan. Dalam album ini, corak metal mereka kian tajam saja. Liriknya kian variatif pula, bercerita tentang Tuhan, monster, pemusnahan global dan juga nafsu manusia untuk merusak. 'Even Superman Shot Himself', 'Earth VS Me', 'A Swim with The Sharks', 'Tokyo Vigilante # 1', '20 Miles to Texas, 25 to Hell' langsung mengorbit di pasar dan digila-gilai penggemar mereka.§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 13/2000. PESAN
|
||