Rialto:
Louis
Elliot: Menguat Dengan Electronika
Selebriti,
Newsmusik Edisi 7 / 2001
– Roy
Aryanto & Nini Sunny
Kehilangan
salah seorang drummer, membuat Rialto makin kuat
dengan electronika dan kehidupan malam.
Tasih
ingat lagu 'When We Were Together' dan 'Monday
Morning 5:19' yang di-bawakan Rialto? Dua lagu
yang sangat keren menampilkan electronic sound
itu, menjadi hits yang merajalela di tahun 1998.
Rialto pun disebut-sebut sebagai salah satu band
asal Inggris yang ikut mengembangbiakan Britpop
dan alter-native pop/rock.
Rialto sendiri dibangun Louis Elliot (vocal) dan
Jonny Bull (gitar), mantan kelompok Kinky
Machine. Keduanya mengajak Julian Taylor (bass),
Toby Hounsham (keyboard), Pete Cuthbert dan
Anthony Chrismas (drum) untuk mempopulerkan
Rialto.
Louis yang secara nyata menjadi bayang-bayang
John Lennon, terlebih ketika ia me-nyuarakan
'Summer's Over', menjadi motor kuat kelompok ini.
Meskipun, katanya dalam wawancara telepon dengan
NewsMusik, “Tugas saya sebetul-nya hanya
sebagai pencipta lagu dan menyanyi.”
Tahun 2001 Rialto melansir album baru bertajuk
Night On The Earth. Ada beberapa hal yang baru
di situ. Pertama, pemain drumnya tinggal Pete
Cuthbert. Kedua, sound berubah lebih kental
menjadi elektronik. Pemain gitar (Jonny) juga
banyak menggunakan elemen elektronika. “Tapi
sebetulnya perubahan sound itu bukan hanya pada
gitar melainkan juga dari keyboard. Jadi
terdengar lebih 'manusiawi' ketimbang memakai
instrumen asli,” tutur Louis mempromosikan
album ini.
Louis menjamin ada perbedaan positif antara
album pertama dan kedua. Terutama pada sound-nya
yang sangat berbeda tadi. Di album debut lebih
banyak memakai sound akustik, ditambah string,
sound gitar standar yang khas, juga piano. Namun
di album ke dua lebih elektronik dengan banyak
menggunakan drum machine yang dapat mengisi
kekosongan sound drum yang ditinggal Anthony
Chrismas. Pemakaian unsur synthesizer juga
terasa lebih kuat. “Yang pertama dulu terlalu
'biasa saja' sedangkan yang ini lebih kuat,”
kata Louis berauto kritik.
Album yang digarap setahun penuh ini, kata
Louis, sengaja diberi judul Night on Earth,
untuk mengingatkan tentang kehidupan malam.
“Baik di New York, Paris dan mungkin Hong Kong
juga... dan tentu saja London, seperti yang lagu
'London Crawling',” ujar Louise yang mengaku
mendapat pengaruh musik dari Elliot Smith, Duff
Skunk, Crosswalk, Teenage Fans Club, Joan
Bailey, Brian Wilson. Kok beragam amat? “Ya,
inspirasi saya memang datang dari berbagai jenis
musik,” jawabnya pasti.
Louis menyebut, ia cukup berambisi untuk
menggelar konser di Asia, “Asal diundang.
Seperti di Hong Kong kemarin, kami datang atas
undangan promotor,” jelas Louis yang
belakangan ini lagi gandrung mendengar album
milik Smog, sebuah grup band asal Amerika. Nah,
ada promotor yang tertarik?....§
Baca
artikel lengkapnya di NewsMusik 07/2001.
PESAN
|