|
|
|
|
|
|
Steely Dan: Dengan Jazzy Menaklukkan GrammySelebriti, Newsmusik Edisi 04 / 2001 – Gideon Momongan Bagaimana mungkin, musik yang begitu lembut, bisa menggasak dengan sukses kemeriahan musik pop? Bahkan menenggelamkan kedahsyatan musik rock. Apakah ini bisa disebut kemenangan sensasional musik jazz? Inilah dia, tua-tua keladi di usia tua malah merajai Grammy, Steely Dan! Musik
Steely Dan mungkin terbilang ‘sederhana’.
Pengertiannya, tidak meriah dengan variasi sound
mutakhir. Juga tidak menyala-nyala dengan
performance yang gila-gilaan. Tapi kalau ditilik
lebih jauh, justru musik sederhana mereka ini
memiliki berbagai ‘kelebihan’. Walau begitu
- buat sebagian kritikus musik - musik Steely
Dan tetap saja disebut sebagai pembawa jaman
keemasan jazzy 70-80-an. Kuno dong? Sejatinya
Donald Fagan dan Walter Becker, sebagai personel
Steely Dan, memang terbiasa bermain dalam warna
musik yang cool tersebut. Ada sedikit sentuhan
kritis pada lirik, terutama berkaitan dengan
masalah sosial juga ada imbuhan suasana humor.
Namun musik yang kelihatan bersahaja itu, mereka
buat dan mainkan dalam cakupan kompleksitas nada
yang lebar. Istilahnya, musiknya tuh kemana-mana. 1972, Can't Buy A Thrill Donald Fagen, kelahiran Passaic, New Jersey tahun 1948 dan Walter Becker, kelahiran New York City tahun 1950, bertemu di Bard College tahun 1967. Mereka iseng bikin band yang memainkan pop, jazz bahkan progresif rock. Kemudian keduanya mulai berani membuat komposisi sendiri, yang pada akhirnya membawa mereka pada album duet pertama mereka, You Gotta Walk It Like You Talk It. Album tersebut dihasilkan di Brooklyn, setelah Fagen lulus di tahun 1969. Namun dalam album tersebut, duo ini belum memakai nama Steely Dan. Nama Steely Dan barulah dipakai pada tahun 1971, dengan formasi Fagen, keyboards dan vokalis, Becker, bassist. Ditambah Denny Dias dan Jeff ‘Skunk’ Baxter ( gitar ), Jim Hodder ( drummer) dan vokalis utama, David Palmer. Setahun kemudian lahirlah album Can't Buy A Thrill. Dari album ini meluncurlah 'Do It Again', yang menclok di peringkat enam charts. Disusul, 'Reelin' In The Years' pada posisi ke 17. Album ini meraih predikat gold album. Dilanjutkan dengan Countdown To Ecstasy yang dirilis awal 1973, tanpa didukung lagi oleh Palmer. Dalam album ini, mencuat 'Showbiz Kids' dan 'My Old School' yang laris di kalangan pendengar siaran radio FM. Kalangan pendengar radio FM inilah yang bakalan menjadi kekuatan utama bagi Steely Dan pada masa-masa selanjutnya. 1977, Aja Album berikutnya, Pretzel Logic, dengan hits, 'Rikki Don't Lose That Number'. Sayangnya, setelah album ini dirilis, Steely Dan menjadi hanya duo Fagen dan Becker. Baxter keluar dan masuk formasi Doobie Brothers, demikian juga ikut keluar personel lain. Pemicu hengkangnya para personel lain itu karena Fagen dan Becker sepakat untuk bekerja hanya di studio saja. Tanpa show dan tour konser lagi. Katy Lied, 1975, disusul The Royal Scam, 1976, menjadi album selanjutnya. Warna jazz menjadi lebih kentara, apalagi dengan ikut tampilnya gitaris Larry Carlton. Bisa disimak pada 'Kid Charlemagne' dan 'Don't Take Me Alive'. Dan kecenderungan Steely Dan untuk bermain jazz lebih kelihatan lagi pada Aja, yang dirilis 1977. Dalam album ini beberapa jazzer handal turut mendukung seperti Joe Sample, Wayne Shorter dan Tom Scott. Ternyata Aja cukup memperoleh sambutan di pasar, dengan penjualan sekitar sejuta keping. Juga menempatkan tiga hitsnya, 'Peg', 'Deacon Blues' dan 'Josie' pada tangga lagu Top-40. Dan tiga tahun berikut, keluarlah Gaucho, yang meraih platinum dan melepaskan, 'Hey Nineteen' dan 'Time Out Of Mind' di Top-40. Warna jazz rock dengan sedikit funk yang membalut bungkusan pop musik mereka, rasanya kian dikenal dan diakrabi banyak orang. Namun setelah kesuksesan tersebut, duo inipun beristirahat panjang. 2000, Two Against Nature Lalu setelah 20 tahun berselang, ..........§ Baca artikel lengkapnya di NewsMusik 04/2001. PESAN
|
|