.:: Topikita

DICARI PABRIK LAGU HITS BARU

Newsmusik Edisi 08 / 2001 –  Nini Sunny, Gideon Momongan & Bens Leo

Indonesia sedang memasuki musim panen platinum. Ini artinya banyak lagu hits baru. Menarik dicatat, pemanennya adalah formasi band. Apa khabar Melly Goeslaw, Iwan Fals, Papa T. Bob dan pabrik pencetak lagu hits lainnya?

Politik Indonesia boleh saja kacau balau. Para petinggi negeri ini boleh saja makin hobi berantem sendiri. Semua itu kelihatannya sama sekali (belum) mempengaruhi bisnis musik rekaman dan panggung Indonesia. Soalnya, sejumlah album rekaman yang dirilis di Indonesia pada periode 2000-2001 (baik lokal maupun bule) terjual dengan tiras yang dahsyat. Bahkan jumlahnya melebihi angka penjualan di jaman kondisi politik dan ekonomi Indonesia sedang tidak sakit seperti sekarang.
Sejumlah data bisa jadi bukti. Album Coast to Coast milik Westlife bisa menyentuh angka lebih dari sejuta kopi. Atau simak pula album lokal milik Dewa, Sheila on 7, Jamrud, atau kecepatan penjualan album Sesuatu Yang Tertunda-nya Padi dan sukses album Haddad Alwi. Mereka pantas disebut 'milyarder' dalam bisnis musik Indonesia. Lantaran masing-masing album terbaru itu terjual dan laris di atas angka 1,5 juta keping, kecuali album Padi yang baru edar 16 Juni 2001 dan hingga awal Agustus telah menyentuh angka penjualan di atas 750.000 kopi. 


Sekadar catatan, untuk break event point sebuah album lokal, angka penjualannya bisa bervariasi, antara 30.000 - 50.000, tergantung cost produksi dan promosi. Nah, hitung sendiri berapa keuntungan produser, maupun royalti yang diperoleh para musisi. Tapi awas, hati-hati hitung juga kerugian akibat pembajak. Soalnya, semakin hits sebuah lagu, semakin besar pula kemungkinannya untuk dibajak.


Konon, di jaman lalu nama-nama seperti Rinto Harahap, Ari Wibowo, Gombloh, Fariz RM, Obbie Messakh, Pance Pondaag, Papa T. Bob, Farid Hardja, bahkan Eros Djarot dikenal sebagai pabrik lagu hits. Lagu-lagu yang mereka ciptakan dan dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi atau dibawakannya sendiri, berhasil mencapai tiras penjualan berlimpah ruah. Sebut saja sederet nama penyanyi atau album mereka, macam Iis Sugianto, Nia Daniati, Joshua, lagu 'Madu dan Racun' sampai Chrisye dan Gank Pegangsaan yang mengangkasakan album monumental Badai Pasti Berlalu (1976) dan diaransir dan dirilis ulang oleh penyanyi yang sama plus arranger Erwin Gutawa pada tahun 2000. Namun, satu sama lain dari album itu memiliki perbedaan masa edar cukup panjang. Dulu memang beda dengan kini..... 
§

Baca artikel lengkapnya di majalah NewsMusik 08 / 2001. PESAN