SENSASI
MUSIK 2000
Nama
Baru, Prestasi Seru
Newsmusik Edisi
01 / 2001 –
Nini Sunny, Gideon Momongan & Bens Leo 
Sepanjang tahun 2000, atau tahun naga menurut penanggalan Cina, bisnis musik Indonesia kembali menggeliat. Sheila on 7, Dewa dan Hadad Alwi meraih angka penjualan di atas 1 juta copies untuk album yang dijual sepanjang tahun 2000. Tetapi banyak juga yang
terpuruk.
TREND BAND, TERJUAL JUTAAN COPIES
Biar pun suhu politik memanas dan para pakar ekonomi menjumpai ekonomi Indonesia carut-marut dengan indikator rupiah hancur-hancuran, namun bisnis musik ternyata tetap gagah perkasa. Indikatornya adalah, tiap pekan sepanjang bulan Ramadhan, sedikitnya sepekan 2 kali digelar
launching album di café bergengsi. Untuk peluncuran album macam ini, rata-rata label musik harus melepas koceknya sekitar 12-15 juta perak, angkanya bisa lebih tinggi jika memakai Hard Rock, Planet Hollywood atau Fashion Café. Kecuali itu, video klip juga tak pernah kering dari kaca televisi swasta, yang kini jumlahnya 6 buah. Di TVRI pun program promo album juga terlihat pada acara unggulannya, 2 Jam Saja. Sepanjang tahun 2000, sejumlah major label asing mau pun lokal lebih berani 'berjudi' dalam memproduksi album penyanyi atau grup band dengan muka-muka lama maupun baru.
Sejak ujung tahun 1999 dan memasuki tahun 2000, boleh dicatat sebagai saat kebangkitan nama baru dalam formasi band. Ada kesan, perusahaan rekaman sudah menanggalkan pola pikir lama yang hanya setia memproduksi musisi atau penyanyi tenar, seperti yang terjadi di era lalu. Saat di mana
Koes Plus, Panbers, Rasela,
Rollies, Giant Step dan grup jaman itu berjaya, atau generasi di bawahnya yang bernama
KLa Project, Java Jive, Kahitna yang sulit digoyah oleh kehadiran pendatang
baru.
Dalam menghadapi pasar pendengar musik yang makin lebar, kelihatannya pola jualan lagu hanya mengandalkan nama orang top pelan-pelan mulai
ditanggalkan. Beberapa perusahan rekaman merancang strategi
baru. Kesannya mereka memang betul-betul berani
berjudi. Hal inilah yang pada awalnya dilakukan oleh
Sony Music Indonesia, di bawah A&R
Director-nya untuk lagu Indonesia, Jan
Djuhana. Tokoh ini mengenal bisnis musik sejak 'main-main' dengan album Barat di bawah label
Team Records, lalu membuat album kompilasi lagu pop Indonesia dengan judul 10 Bintang
Nusantara. Album yang dilepas tahun 1987 itu, ujungnya menghasilkan grup kesohor KLa Project. Sebuah nama yang melegenda sepanjang satu dasawarsa 1990 - 2000,
pelanggan juara BASF Award - sebelum ditarik kembali ke
Sony, di tahun 1999, tatkala Jan Djuhana bergabung dengan major label Internasional
itu. Instink bisnis Jan Djuhana inilah yang kembali membuat
kejutan, tatkala anak-anak muda Yogya dengan bendera
Sheila on 7 yang awalnya 'hanya' band indie di radio
Geronimo Yogya diterima rekaman, dan pada akhir penghitungan per Oktober
2000, angka penjualan album perdananya Sheila on
7, mencapai angka penjualan 1,2 juta
keping. Omzet sebesar ini merupakan prestasi fenomenal bagi musik Indonesia dihitung dari
tertahannya laju pasar album karena krisis ekonomi paska kerusuhan Jakarta, Mei 1997.
Namun, sepanjang tahun 2000, toh masih banyak album-album yang terhitung meledak di
pasaran, jika tolok ukurnya adalah penghargaan emas yang jumlahnya minimal 100.000 kaset / CD................§
Baca
artikel lengkapnya di majalah NewsMusik 01 /
2001. PESAN
|