FASHION:
Musik Bagus Bajupun Bagus
Makin
aneh, makin wild, bakal makin top.
Begitu konsep para selebritis dunia musik dalam
menerapkan fashion mereka.
Newsmusik Edisi
10 /
2000 – Gideon
Momongan, Nini Sunny Lain ladang, lain belalang. Lain jenis musik, beda pula fashion yang dikenakan. Percaya nggak? Simak saja fashion yang selalu menempel di tubuh Marylin Manson dan Slipknot. Keduanya mengusung warna musik hinggar-bingar bahkan nyaris tak bisa didengar telinga umum yang terbiasa mendengar lagu pop mendayu-dayu.
Perhatikan pula kostum yang mereka kenakan. Astaga! Gile bener! Kostum dan make up yang mereka kenakan keluar dari citra tampan. Mereka ramai-ramai menganut pepatah modal tampang cakep doang mah sudah kadaluarsa.
Coba
lihat; Slipknot yang terdiri dari tujuh personel
itu, kok ya mau-maunya memakai topeng aneh. Apa nggak panas dan
pengap, jika dalam waktu dua jam tampil di
panggung, muka mereka harus tertutup begitu? Sebetulnya ide memakai topeng
ini, tidak seratus persen bisa disebut genial. Karena jauh sebelum
ini, dalam kesenian tradisional kita yang mengisahkan tentang punakawan
Semar, Gareng, Petruk dan Bagong sebetulnya mereka juga memakai topeng sesuai karakter
masing-masing. Bedanya, Slipknot yang mengusung hardcore, punk dan trash metal ini memakai topeng
aneh, mulai badut, hinggga muka babi. Sudah gitu, topeng itu kabarnya berlumur darah dan berbau
busuk! Ihhhh. Jijik ie… Belum lagi di panggung aksi mereka mendekati tingkah orang masochist. Brutal, dan gemar menyiksa diri sendiri (Baca juga halaman 22-24, juga 36-38).
Sementara Marylin Manson menjadikan wajahnya dipoles dalam dandanan
aneh, serem, serba tidak simetris. Mata kanan dirias lebih besar dari mata
kiri. Untuk menumbuhkan kesan makin angker dan
sangar, ia tidak tanggung-tanggung memakai contact lens. Warnanya bukan biru atau coklat muda seperti yang dipakai selebritis
kita, Krisdayanti atau Sania, tapi kontak lensa itu bergambar menyerupai sinar mata serigala dan
harimau! Yang model nyeleneh begitu, ajaib, ada Coal Chamber dimana mereka dipenuhi
tato, body-piercing dan rambut colorfull. Tengok juga Smashing Pumpkins, yang pede ‘menjual’ rambut botak dan jubah kayak jaman
rennaisance! Yah, sama gerahnya dengan topengnya Slipknot
tuh. Atau bisa juga style yang dipilih adalah back to nature. Balik ke jaman purbakala alias kagak perlu lagi
baju, bahkan, celana sekali pun. Biar
‘manis’, badannya pakai tato. Contohnya, Red Hot Chili Peppers, dimana mereka nggak cuma sekali
malah, astaga, tampil nude di atas pentas! Di
sini, tatonya RHCP memberi inspirasi bagi Boomerang
pula. Bener 'gak? Demikian pula halnya dengan Limp
Bizkit.
Lainnya, nggak kalah dandan adalah Prodigy, ya lewat style rambutnya Keith
Flynt. Atau kagak kalah gokil adalah dandanannya Gwen Stephanie dari No Doubt. Atau kamu pernah lihat klip live performance The Cure?
Tampil berbeda, penuh sensasi seolah menjadi sebuah norma dan fenomena tersendiri dalam fashion selebritis
(musik) dunia. Ini juga menjadi semacam lifestyle bagi
mereka. Musik tidak lagi bisa semata-mata sebagai sebuah mata ‘dagangan’, tapi ia harus lebih dibungkus
lagi, lebih dikemas lagi dengan beragam atribut. Dan fashion adalah atribut paling
kuat.
Dekadensi Moral.......§
Baca
artikel lengkapnya di majalah NewsMusik 10 /
2000. PESAN
|